RagamWarta.com – Persiapan Trenggalek Soccer League (TSL) 2026 memasuki tahap pematangan administrasi. Askab PSSI Trenggalek mulai mengingatkan klub-klub peserta agar segera memastikan legalitas dan kelengkapan administrasi sebelum kompetisi sepak bola lokal tersebut dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Persiapan itu dibahas dalam sosialisasi yang mempertemukan Askab PSSI Trenggalek dengan perwakilan klub peserta. Forum tersebut menjadi kesempatan untuk menyamakan pemahaman mengenai ketentuan yang harus dipenuhi klub sebelum turun dalam kompetisi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu persyaratan yang menjadi perhatian adalah penggunaan aplikasi SIAP, sistem administrasi yang mengacu pada ketentuan Asprov PSSI Jawa Timur. Selain itu, klub juga dituntut mempunyai legalitas badan hukum.
Exco Askab PSSI Trenggalek Budi Santoso mengatakan persyaratan tersebut bukan hal baru bagi klub. Menurutnya, Askab telah beberapa kali menyampaikan pentingnya pemenuhan administrasi tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
“Persyaratan ini sebenarnya sudah kami sampaikan sejak beberapa tahun lalu. Klub kami arahkan untuk memiliki aplikasi SIAP sekaligus melengkapi legalitas badan hukum,” ujar Budi.
Namun, proses pemenuhan persyaratan tersebut belum dilakukan secara menyeluruh. Dari 32 klub anggota Askab PSSI Trenggalek, baru sebagian yang telah memenuhi dua ketentuan utama tersebut.
Saat ini tercatat 8 klub sudah mempunyai badan hukum sekaligus menggunakan aplikasi SIAP. Sementara klub lainnya masih perlu menyelesaikan proses administrasi sebelum kompetisi berlangsung.
Budi menegaskan Askab PSSI Trenggalek tidak hanya memberikan batasan atau persyaratan kepada klub, tetapi juga berupaya membantu proses pemenuhannya.
“Kami akan mendorong dan membantu klub-klub yang ada di Trenggalek supaya bisa memenuhi aturan yang telah ditetapkan Asprov PSSI Jawa Timur,” katanya.
32 Klub Terbagi dalam Liga 1 dan Liga 2
TSL 2026 rencananya tetap menjadi wadah kompetisi berjenjang bagi klub sepak bola di Kabupaten Trenggalek. Dari total 32 klub anggota Askab PSSI Trenggalek, sebanyak 8 klub berada di Liga 1, sedangkan 24 klub lainnya berada di Liga 2.
Pembagian tersebut membuat kompetisi tahun ini tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari sistem promosi dan degradasi antarkasta.
Untuk Liga 1, delapan klub peserta akan dibagi menjadi 2 grup. Masing-masing grup dihuni 4 tim. Dua tim terbaik dari setiap grup kemudian berhak melanjutkan perjuangan ke babak 4 besar.
Empat tim tersebut akan bersaing untuk menentukan klub yang berhak menjadi juara TSL 2026.
Menariknya, pertarungan di Liga 1 tidak hanya berlangsung di papan atas. Posisi bawah klasemen juga memiliki konsekuensi terhadap keberlangsungan klub di kasta tertinggi.
Tim yang berada di posisi ketiga Liga 1 akan menjalani pertandingan playoff melawan salah satu finalis Liga 2. Sementara klub yang mengakhiri kompetisi di posisi keempat harus turun kasta ke Liga 2 pada musim berikutnya.
Format tersebut membuat setiap pertandingan memiliki arti penting. Klub tidak hanya dituntut mengejar posisi juara, tetapi juga harus berusaha menghindari zona degradasi.
TSL 2026 Jadi Jalan Pemain Lokal Berkembang
Di balik persiapan kompetisi dan berbagai persyaratan administrasi, Askab PSSI Trenggalek memiliki target yang lebih besar melalui penyelenggaraan TSL 2026.
Kompetisi lokal tersebut diharapkan menjadi tempat bagi pesepak bola asal Trenggalek untuk memperoleh jam terbang, meningkatkan kemampuan, sekaligus membuka peluang menembus kompetisi dengan level yang lebih tinggi.
Budi menyebut keberadaan liga daerah penting untuk membangun ekosistem pembinaan pemain secara berkelanjutan.
“Harapannya pemain-pemain Trenggalek bisa berkembang dan nantinya ada yang mampu mengorbit hingga ke level yang lebih tinggi,” tutur Budi.
Menurutnya, kompetisi lokal dapat menjadi salah satu tahapan bagi pemain muda maupun pemain daerah untuk menunjukkan kemampuan di hadapan klub-klub yang memiliki jenjang kompetisi lebih tinggi.
Perkembangan pemain lokal dari kompetisi Trenggalek juga telah memiliki contoh. Budi menyebut Toni Firmansyah, pemain yang disebutnya merupakan binaan dari Panggul dan kemudian mampu melanjutkan karier hingga memperkuat Persebaya di kompetisi Liga 1.
“Tahun 2023 ada pemain yang sekarang memperkuat Persebaya. Toni Firmansyah merupakan binaan Panggul, kemudian mengorbit bersama tim Panggul dan sekarang bermain di Persebaya,” ungkapnya.
Klub Diminta Segera Berbenah
Dengan target kick-off pada November 2026, pekerjaan rumah Askab PSSI Trenggalek dan klub peserta kini tidak hanya berkaitan dengan persiapan teknis pertandingan.
Kelengkapan legalitas dan administrasi menjadi bagian penting agar kompetisi dapat berjalan sesuai ketentuan sepak bola yang berlaku di tingkat provinsi.
Askab PSSI Trenggalek pun mendorong klub yang belum memenuhi persyaratan agar segera melakukan pembenahan. Pendampingan akan dilakukan supaya proses pemenuhan administrasi dapat berjalan lebih mudah.
Jika seluruh persyaratan dapat diselesaikan, TSL 2026 diharapkan menjadi kompetisi yang tidak hanya kompetitif dari sisi pertandingan, tetapi juga semakin tertata dari sisi tata kelola klub.
Dengan komposisi 8 klub Liga 1 dan 24 klub Liga 2, TSL 2026 juga diproyeksikan memberikan ruang lebih luas bagi pemain lokal untuk mendapatkan pengalaman kompetitif.
Kompetisi yang dijadwalkan bergulir November tersebut sekaligus menjadi momentum bagi sepak bola Trenggalek untuk memperkuat pembinaan dari tingkat lokal menuju jenjang yang lebih tinggi.






