RagamWarta – Pelaku budaya sudah tidak asing lagi dengan beliau. dia adalah Sumantri atau lebih dikenal dengan nama panggungnya Ki Sumantri Darmo Suwito.
Seorang dalang sekaligus ASN di lingkup Kecamatan Gandusari, Trenggalek ini tetap eksis pertahankan kesenian wayang kulit.
Sebelum purna tugas pada penghujung tahun 2020 kemarin, terakhir Sumantri jabat sebagai Kasi Trantrib di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek.
Baca juga : Dorong Peningkatan Pelayanan, Komisi III DPRD Trenggalek Dukung RSUD Ajukan Pinjaman Daerah
Sumantri adalah pribadi yang unik, walaupun kesibukannya sebagai ASN pada waktu itu menuntutnya untuk melayani masyarakat, tapi ia tetap jalankan tugasnya sebagai budayawan pelestari wayang kulit.
Bahkan menurut penuturannya, ia belum pernah absen ataupun izin satu kalipun seusai dalangi pagelaran wayang semalam suntuk. Menurutnya Dalang adalah warisan sementara ASN merupakan tugas, jadi keduanya harus berjalan beriringan.
Menurut Sumantri, kecintaannya pada wayang muncul secara turun-temurun dari orang tuanya dulu. Bahkan sebelum jadi ASN Sumantri pernah sekolah Dalang di Kediri dan Nganjuk.
Baca juga : Bupati Kepincut Dengan Lukisan Perupa Trenggalek
Dan tahun 1982 jadi awal kesuksesannya mendulang pundi-pundi rupiah dari profesinya sebagai dalang wayang kulit.
Uniknya lagi, saking cintanya terhadap wayang kulit Sumantri mengaku tidak pernah mentarget besaran nominal dalam setiap pementasan. Menurutnya sudah diundang untuk jadi dalang saja sudah bangga, karena bisa melestarikan budaya nenek moyang.
Sebenarnya masih banyak budayawan asli Trenggalek yang tetap semangat melestarikan budaya seperti bapak Sumantri ini. Namun karena adanya pandemi memaksa budayawan hanya bisa menyalurkan ketrampilannya lewat pagelaran virtual.






