RAGAM WARTA – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin kembali ajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah untuk Makaryo Ning Desa. Kali ini sasarannya ialah Desa Siki, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek.
Totalnya ada 33 layanan pemerintah yang dibawa ke Desa yang dikenal sangat jauh dari pusat kota itu. Mulai dari layanan adminduk, perpajakan, UMKM, sertifikasi halal, PIRT, perijinan usaha, kesehatan dan masih banyak layanan yang lainnya.
Selain boyong layanan pemerintah, Bupati Trenggalek juga aktifkan lagi program safari infrastruktur. Diharapkan dengan meninjau langsung, Bupati Trenggalek dapat mengetahui secara real kondisi dan kebutuhan infrastruktur yang perlu diprioritaskan.
“Ini kita Makaryo di Desa, kemudian kita mengecek beberapa proyek yang sedang dikerjakan dan mana yang selesai dikerjakan. Salah satunya jalur dari Desa Siki Kecamatan Dongko sampai ke Bantengan Desa Manggis, Kecamatan Panggul,” ucapnya, Rabu (25/01/2023).
Dalam kesempatan ini, Bupati minta agat masyarakat sekitar mau merawat jalan. Selain itu, pihaknya juga minta kepala desa untuk membuat jalan air di kanan kiri jalan. Dengan begitu air tidak sampai naik ke permukaan jalan, sehingga jalan tetap awet.
“Mari sama sama kita jaga, karena uang untuk membangun jalan juga tidak gampang. Jadi untuk perawatan saya minta gotong royong,” pinta pria yang akrab disapa Gus Ipin ini.
Sementara itu, menurut Kabid Bina marga PUPR Trenggalek, Joko Widodo mengakui jika pembangunan jalan Dongko-Bantengan masih menyisakan kurang lebih 6 km. Rencananya akan dialokasikan anggaran penyelesaiannya di tahun ini.
“Tahun 2022 kemarin kita mengalokasikan anggaran peningkatan jalan ruas jalan ini sejauh kurang lebih 6 km. 4 km ruas Dongko Siki dan 2 km Siki-Bantengan menggunakan sumber dana PEN. Kemudian nilai kontrak kegiatan ini kurang lebih Rp. 10,9 miliar,” tegasnya.
Dilain pihak, Kepala Desa Siki, Manijo mengaku senang mendengar pernyataan Bupati. Pasalnya jalan ini merupakan satu satunya akses jalan masyarakat menuju Kecamatan Panggul.
“Kami berharap ruas jalan yang belum bisa segera terselesaikan. Karena akses jalan tersebut tidak hanya menjadi akses ekonomi satu satunya, melainkan juga akses pendidikan masyarakat Desa Siki,” pungkas Manijo.






