Ragamwarta.com – Berbagai inovasi dibidang ekonomi terus dikembangkan Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Hal tersebut bertujuan agar pemerataan ekonomi di Trenggalek semakin inklusif.
Kali ini Pemkab Trenggalek menggandeng Bank Jatim meluncurkan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD). Kartu tersebut diperuntukkan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM di Trenggalek.
Bukan tanpa alasan Bupati Trenggalek, Moch. Nur Arifin mempunyai inisiasi tersebut. Mas Ipin merasa simpatik kepada pelaku UMKM yang bekerjasama dengan Pemerintah. Pasalnya, anggaran dicairkan setelah pengajuan SPJ.
Selain itu, banyaknya pelaku UMKM yang tidak mau menerima order dari pemerintah karena kurangnya modal. Sehingga Bupati Trenggalek berharap adanya Kartu Kredit Pemerintah Daerah, pemerataan ekonomi inklusif bisa tercapai.
“Kartu Kredit Pemerintah Daerah ini nanti akan sangat membantu para UMKM yang modalnya terbatas. Karena selama ini, tenggang waktu antara eksekusi kegiatan dengan pembayaran itu biasanya ada tempo,” tutur Mas Ipin.
Dijelaskan Arifin, bila ada transaksi dengan UMKM bisa dibayar seketika itu juga. Tinggal pembayaran Pemerintah Daerah ke Bank Jatim. Karena Pemerintah membuat SPJ ada proses waktu yang dibutuhkan.
“Jadi kalau pemerintah punya utang, itu tidak utang ke UMKM, tapi utangnya ke Bank Jatim,” tutup mas Ipin.
Selain melaunching Kartu Kredit Pemerintah Daerah, salah satu Wakil Ketua APKASI itu juga meluncurkan e-Retribusi Pasar. Retribusi pasar yang dilakukan secara elektronik.






