RagamWarta.com – Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara bersama jajaran Forkopimda laksanakan kegiatan Safari Ramadhan di Masjid As Shuhada, Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari, Trenggalek.
Dalam kesempatan kali ini, Wakil Bupati Trenggalek berkesempatan menyapa warga masyarakat. Kemudian menyempatkan meninjau pelayanan yang dilakukan oleh jajarannya.
“Alhamdulillah, semua layanan yang dihadirkan mendapat respon positif dari masyarakat. Apa lagi beberapa dari layanan masyarakat antusiasnya luar biasa,” ucap Mas Syah sapaan akrab Wabup Trenggalek, Rabu (3/4/2024).
Adapun layanan masyarakat yang dihadirkan meliputi layanan Adminduk oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, layanan sosial oleh Posko GERTAK hingga pasar murah oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan.
Selain itu, Syah juga menginformasikan bagi warganya yang belum mencatatkan pernikahannya (nikah siri). Pengadilan Agama Kabupaten Trenggalek mempunyai program isbat nikah bagi pasangan suami istri yang nikah siri.
“Tadi kami juga sempat menginformasikan pada masyarakat usia lanjut untuk yang belum isbat nikah atau nikahnya belum tercatat agar lapor ke petugas desa. Biasanya orang tua dulu nikahnya belum dilegalkan,” ucapnya.
Perlu diketahui, Isbat nikah berbeda dengan nikah massal. Tujuan Isbat nikah untuk mengesahkan pernikahan yang sudah pernah terjadi di masa lalu namun belum dilegalkan.
Sedangkan nikah massal bisa dilakukan jika pasangan tersebut belum pernah melakukan pernikahan namun sudah tinggal satu rumah bahkan sudah memiliki anak.
Selain isbat nikah mantan anggota DPRD Trenggalek itu juga menginformasikan, dimana Pemkab Trenggalek tengah melakukan perbaikan beberapa ruas jalan menjelang lebaran.
Tujuannya menyambut kedatangan pemudik dan memberikan kenyamanan masyarakat dalam merayakan lebaran.
“Trenggalek menjadi salah satu kota tujuan mudik, karena banyak warga diaspora kita yang akan melakukan mudik lebaran. Untuk itu pemerintah mulai melakukan perbaikan jalan,” katanya.
Terakhir, Syah juga mengingatkan dengan adanya orang yang datang nantinya akan ada perputaran uang di tengah masyarakat. Dan perputaran uang ini diharapkan tidak keluar Trenggalek dan bisa membawa dampak ekonomi bagi masyarakatnya.
“Mudik biasa sanak saudara yang ada di kota pulang ke Trenggalek. Tentu ini momentum yang luar biasa karena mereka pasti membawa rezeki untuk keluarga yang ada di kampung halaman. Semoga jadi pengungkit ekonomi,” pungkasnya.






