RagamWarta.com – Pembahasan mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD Kabupaten Trenggalek tahun 2024 semakin mendalam.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek terus menggodok strategi baru untuk menjaga keseimbangan fiskal, terutama dalam menghadapi penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diprediksi turun hingga Rp.5 miliar.
Komisi II DPRD Trenggalek yang bertugas mengawasi sektor keuangan pun menggelar rapat intensif bersama OPD mitra, seperti Badan Keuangan Daerah (Bakeuda).
Tujuan utamanya adalah mencari cara untuk mengoptimalkan pendapatan daerah di tengah tantangan fiskal yang diprediksi hantam Pemkab Trenggalek tahun depan.
“Kami menyadari adanya penurunan PAD, namun kebutuhan belanja justru meningkat,” jelas Mugianto, Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Senin (5/8/2024).
Dengan adanya penurunan PAD, Komisi II mendorong pemerintah daerah untuk mencari solusi yang kreatif dalam meningkatkan pendapatan tanpa membebani masyarakat.
Salah satu opsi yang sedang dibahas adalah diversifikasi sumber pendapatan serta perbaikan sistem pengelolaan pajak dan retribusi daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa meskipun pendapatan menurun, pelaksanaan belanja daerah tetap bisa berjalan dengan efektif dan efisien,” lanjut Mugianto.
Menurut Mugianto, DPRD Trenggalek terus berkomitmen memprioritaskan program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, pembahasan mengenai strategi peningkatan pendapatan akan terus menjadi fokus utama agar APBD 2024 dapat tetap seimbang dan berkelanjutan.
“Dari kejadian seperti itulah, kita butuh koordinasi bagaimana caranya dari sisi pendapatan yang berkurang ini dapat memaksimalkan belanja daerah,” pungkas Mugianto.






