Penamaan Candi Brawijaya Jadi Polemik, Disparbud Trenggalek Setuju Dirubah

Minggu, 8 Desember 2019 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembodohan publik yang kini terjadi terhadap penggunaan nama Candi Brawijaya di sebuah taman tepatnya di jalan Soekarno-Hatta yang menjadi keresahan penggiat sejarah Trenggalek mendapat tanggapan dari Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan (Disparbud).

Menanggapai hal tersebut Dinas terkait akan melakukan koordinasi terhadap beberapa pihak agar penamaan tersebut dikembalikan kepada fungsi dan tujuan pembuatan.

Pihaknya juga setuju untuk mengubah penamaan tersebut agar tidak ada salah tafsir dan informasi yang keliru dari seluruh masyarakat. Sehingga penamaan tersebut akan disesuaikan, apakah akan diberi tambahan nama taman atau replika. Pastinya demi menjaga informasi agar tidak simpang siur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bidang Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek Joko Purwito akan menanggapi serius hal tersebut, pihaknya akan segera melakukan koordinasi bersama instansi lainnya untuk meluruskan penamaan tersebut.

“Memang penamaan tersebut memang kurang tepat. Dengan terjadinya keresahan maka akan segera kami koordinasikan,” ungkapnya, Minggu (8/12/2019)

Ditempat yang sama Kasi Pelestarian Sejarah Tradisi dan Cagar Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Agus Prasmono juga menuturkan bahwa memang sangat kurang tepat jika itu disebut candi brawijaya, bila di sebut taman atau replika candi brawijaya malah sangat setuju.

Karena itu merupakan monumen, sedangkan monumen tersebut tidak hanya di Trenggalek namun juga terdapat di berbagai daerah. Akhirnya pada perkembangannya mengacu candi angka tahun di panataran sebagai simbul jawa timur.

“Jika dilihat diberbagai wilayah itu banyak yang di bangun pada tahun 70 an entah sebagai tapal batas desa, kabupaten bahkan juga di beberapa tempat di taman makam pahlawan,” pungkasnya

Berita Terkait

Pendaftar Sekolah Rakyat Trenggalek untuk Jenjang SMP sudah Lampaui Kuota
Jemaah Haji Trenggalek yang Wafat di Tanah Suci Jadi 3 Orang
Sebelas Atlet Judo Trenggalek Siap Tampil di Kejuaraan Internasional
Tarif Bus di Trenggalek Masih Rp8 Ribu, Sebagian Penumpang Mengaku Bayar Rp10 Ribu
Harga Bawang Putih di Trenggalek Tembus Rp36 Ribu per Kilogram, Warga Mulai Kurangi Belanja
Pasokan MinyaKita di Trenggalek Aman, Diskomidag Salurkan 1.500 Liter ke Pasar Basah
Jemaah Haji Trenggalek yang Meninggal di Tanah Suci Bertambah Jadi Dua
Tilang Manual Operasi Patuh Semeru 2026 Tetap Diberlakukan di Trenggalek

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 18:03 WIB

Pendaftar Sekolah Rakyat Trenggalek untuk Jenjang SMP sudah Lampaui Kuota

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:02 WIB

Jemaah Haji Trenggalek yang Wafat di Tanah Suci Jadi 3 Orang

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:07 WIB

Sebelas Atlet Judo Trenggalek Siap Tampil di Kejuaraan Internasional

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:02 WIB

Tarif Bus di Trenggalek Masih Rp8 Ribu, Sebagian Penumpang Mengaku Bayar Rp10 Ribu

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:14 WIB

Harga Bawang Putih di Trenggalek Tembus Rp36 Ribu per Kilogram, Warga Mulai Kurangi Belanja

Berita Terbaru