Eksploitasi Demi Ekonomi ‘NO’, Ekologi Dengan Hati ‘YES’

Sabtu, 10 Desember 2022 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek, Ragam Warta – Giat ekonomi sering melupakan dampak ekologi. Seiring tumbuh kembangnya memicu eksploitasi besar – besaran. Tindakan itu seringkali tidak berimbang dengan banyaknya hasil yang diberikan.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengajak masyarakat untuk menyelaraskan itu. Bukti giat yang dilakukan adalah menanam sejuta pohon. Tepat pada peringatan hari menanam pohon Indonesia atau yang dikenal HMPI. Ikut serta dalam kegiatan itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa, lembah Kepuh Desa Sukosari, Kecamatan Gandusari. (Sabtu, 10/12/2012)

“Ekonom hijau adalah tumbuh kembang perekonomian yang berbasis ekologi. Adanya apresiasi alam sudah pasti akan membuat perekonomian yang berkelanjutan. Mengingat semua perekonomian bermula dari alam juga,” ucap Bupati.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya 60 % perekonomian di Trenggalek sangat bergantung pada alam. Idealnya kondisi alam semakin membaik dan lebih baik lagi. Wujud apresiasi manusia seharusnya bisa membuat semua itu terjadi. Ilmu yang diberikan ke alam bisa semakin melimpah dan berkesinambungan.

Seperti yang terjadi pada bekas tambang galian di Sukorejo. Langsung saja itu dipergunakan untuk budidaya ikan. Dari kegiatan itu bisa mendukung ekonomi. Sekaligus meningkatkan kapasitas air tanah. Saat musim kemarau tiba dampaknya sangat terasa membantu.
Ditambahkan Khofifah, “diharapakan tanaman yang dipergunakan juga selaras. Sebagai pendukung ekologi juga mempertimbangkan ekonomi. Ambil contoh tanaman yang memiliki buah dan memiliki nilai jual. Ekologi subur, masyarakat makmur.”

Dirinya menerangkan banyak manfaat tanaman. Salah satunya adalah mengurangi emisi karbon dunia. Lingkungan yang asri menegaskan kondisi alam yang sehat. Kebermanfaatannya tidak hanya di seputar wilayah itu. Daerah sekelilingnya ikut merasakan, oksigen yang dihasilkan melimpah ruah. Semua ikut menikmati walau dengan rekayasa manusia ini.(redaksi/ja’far shadiq)

M Nur Arifin bersama Khofifah Indar Parawansa saat HMPI

Berita Terkait

Pencurian Kotak Amal Trenggalek, Polisi Duga Pelaku Gunakan Pelat Nomor Palsu
Musim Kemarau Tiba, BPBD Trenggalek Mulai Suplai Air Bersih ke Warga Panggul
Cemburu Buta, Pria di Trenggalek Tikam Perawat Usai Bahas Dugaan Perselingkuhan
Suami Istri Curi Motor, Kapolres Trenggalek: Beraksi di Area Persawahan Korbannya Petani
Penemuan Bayi di Desa Banaran, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan
Lahan di Desa Gayam Panggul Kebakaran, Puntung Rokok yang Disalahkan
Perampas Kalung di Trenggalek Berhasil Ditangkap Polisi
Bantuan Sosial Kemensos Trenggalek Rp191 Juta Disalurkan ke 68 Warga, Ini Syarat Penerimanya

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:03 WIB

Musim Kemarau Tiba, BPBD Trenggalek Mulai Suplai Air Bersih ke Warga Panggul

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:07 WIB

Cemburu Buta, Pria di Trenggalek Tikam Perawat Usai Bahas Dugaan Perselingkuhan

Senin, 27 Juli 2026 - 15:02 WIB

Suami Istri Curi Motor, Kapolres Trenggalek: Beraksi di Area Persawahan Korbannya Petani

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:02 WIB

Penemuan Bayi di Desa Banaran, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan

Senin, 13 Juli 2026 - 19:07 WIB

Lahan di Desa Gayam Panggul Kebakaran, Puntung Rokok yang Disalahkan

Berita Terbaru