Trenggalek, Ragam Warta – Giat ekonomi sering melupakan dampak ekologi. Seiring tumbuh kembangnya memicu eksploitasi besar – besaran. Tindakan itu seringkali tidak berimbang dengan banyaknya hasil yang diberikan.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengajak masyarakat untuk menyelaraskan itu. Bukti giat yang dilakukan adalah menanam sejuta pohon. Tepat pada peringatan hari menanam pohon Indonesia atau yang dikenal HMPI. Ikut serta dalam kegiatan itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa, lembah Kepuh Desa Sukosari, Kecamatan Gandusari. (Sabtu, 10/12/2012)
“Ekonom hijau adalah tumbuh kembang perekonomian yang berbasis ekologi. Adanya apresiasi alam sudah pasti akan membuat perekonomian yang berkelanjutan. Mengingat semua perekonomian bermula dari alam juga,” ucap Bupati.
Menurutnya 60 % perekonomian di Trenggalek sangat bergantung pada alam. Idealnya kondisi alam semakin membaik dan lebih baik lagi. Wujud apresiasi manusia seharusnya bisa membuat semua itu terjadi. Ilmu yang diberikan ke alam bisa semakin melimpah dan berkesinambungan.
Seperti yang terjadi pada bekas tambang galian di Sukorejo. Langsung saja itu dipergunakan untuk budidaya ikan. Dari kegiatan itu bisa mendukung ekonomi. Sekaligus meningkatkan kapasitas air tanah. Saat musim kemarau tiba dampaknya sangat terasa membantu.
Ditambahkan Khofifah, “diharapakan tanaman yang dipergunakan juga selaras. Sebagai pendukung ekologi juga mempertimbangkan ekonomi. Ambil contoh tanaman yang memiliki buah dan memiliki nilai jual. Ekologi subur, masyarakat makmur.”
Dirinya menerangkan banyak manfaat tanaman. Salah satunya adalah mengurangi emisi karbon dunia. Lingkungan yang asri menegaskan kondisi alam yang sehat. Kebermanfaatannya tidak hanya di seputar wilayah itu. Daerah sekelilingnya ikut merasakan, oksigen yang dihasilkan melimpah ruah. Semua ikut menikmati walau dengan rekayasa manusia ini.(redaksi/ja’far shadiq)







