Bekerja di Desa, Program Bupati Trenggalek Untuk Wadahi Keluh Kesah Masyarakat

Rabu, 11 Januari 2023 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAGAMWARTA – Dekatkan pelayanan masyarakat, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin buat program “Makaryo Neng Deso”. Program ini dibuat untuk menginventarisasi kebutuhan masyarakat secara riil di lapangan.

Melalui program ini, Bupati Trenggalek berharap struktur anggaran yang disusun benar-benar berbasis masyarakat. Pasalnya pemerintah daerah turun langsung ke lapangan, dan mendengar keluh kesah masyarakat.

“Mulai tahun 2023 ini, setiap Hari Rabu kita canangkan menjadi kegiatan “Makaryo Neng Desa” (bekerja di desa). Seluruh OPD memang kita minta turun semuanya untuk menginventarisir masalah dan menyelesaikan masalah on the spot di situ,” ucapnya, Rabu (11/1/2024).

Arifin juga menjelaskan jika sekarang hampir seluruh OPD tidak ada yang di kantor. Sedikitnya 40% nya semua memberikan pelayanan di lapangan. Kemudian setiap Jumat-nya akan kita inventaris, mana saja yang bisa ditangani cepat, mana yang harus menggunakan anggaran.

“Kemudian mana yang sudah ada anggarannya dan mana yang belum teranggarkan. Ini yang akan di inventarisir sehingga struktur anggaran kita ke depan sudah benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat karena kita langsung melakukan tinjauan di lapangan,” tambahnya.

Mengawali program “Makaryo Neng Deso”, Bupati ajak Organisasi Perangkat Daerah ngantor di Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, Trenggalek. Di sana, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mewadahi keluhan para petani.

“Ada keluhan hama dan kita lakukan penyemprotan. Kemudian mereka membutuhkan air dan sebagainya, sehingga ini langsung terpotret,” imbuhnya.

Mengatasi masalah ini, para petani setempat menyampaikan aspirasinya kepada Bupati Trenggalek. Petani meminta penyemprotan pestisida untuk hama wereng yang semakin meluas. Kemudian meminta bantuan jaring untuk meminimalisir serangan Burung Pipit.

Diluar itu petani juga membutuhkan pipanisasi untuk mengalirkan aliran air dari sungai diatas bukit, kesawah-sawah warga. Dibutuhkan pipanisasi karena topografi yang ada tidak memungkinkan dibangun jaringan irigasi.

Berita Terkait

LKPJ Trenggalek 2025 Mulai Dibahas Pansus, Tekankan Outcome dan Ingatkan Pejabat Baru
Dipilih Lewat Seleksi Terbuka, Ini Alasan Khoirul Ansori Didapuk Direktur PDAM Trenggalek
Mas Ipin Tak Terapkan WFH di Trenggalek, Bila Tidak Ada Bukti Penghematan APBD
Rotasi Kepala Dinas Trenggalek, Ini Daftar Pejabat yang Digeser Mas Ipin
LKPJ Trenggalek 2025 Diserahkan, Wabup Akui Belum Puaskan Publik Meski PDRB Tumbuh
Pemutakhiran Data Bansos Trenggalek Disoroti Gus Ipul, Integrasi Data ke BPS Jadi Kunci
Jadi Lebaran, THR ASN Trenggalek Ditarget Cair Sebelum Cuti Bersama
Begini Alasan Proyek Jalan Ngetal-Kampak Trenggalek Dilengkapi Drainase 1,4 Km

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 18:09 WIB

LKPJ Trenggalek 2025 Mulai Dibahas Pansus, Tekankan Outcome dan Ingatkan Pejabat Baru

Jumat, 3 April 2026 - 19:06 WIB

Dipilih Lewat Seleksi Terbuka, Ini Alasan Khoirul Ansori Didapuk Direktur PDAM Trenggalek

Kamis, 2 April 2026 - 19:03 WIB

Mas Ipin Tak Terapkan WFH di Trenggalek, Bila Tidak Ada Bukti Penghematan APBD

Rabu, 1 April 2026 - 17:05 WIB

Rotasi Kepala Dinas Trenggalek, Ini Daftar Pejabat yang Digeser Mas Ipin

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:08 WIB

LKPJ Trenggalek 2025 Diserahkan, Wabup Akui Belum Puaskan Publik Meski PDRB Tumbuh

Berita Terbaru