RagamWarta.com – Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban atau LKPJ Trenggalek 2025 mulai dibedah Panitia Khusus (Pansus) DPRD Trenggalek.
Pansus LKPJ menegaskan bahwa capaian kinerja pemerintah daerah tidak cukup hanya dilihat dari angka, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ketua Pansus LKPJ DPRD Trenggalek, Sukarodin menyampaikan bahwa evaluasi yang dilakukan tidak berhenti pada data statistik semata, melainkan juga menitikberatkan pada dampak nyata di lapangan.
“Tidak hanya cukup di tataran angka, tapi bagaimana outcome-nya,” ujar Sukarodin saat dikonfirmasi awak media, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, pansus akan mencocokkan capaian yang dilaporkan dengan kondisi riil di masyarakat. Ia mencontohkan sektor ekonomi yang perlu diuji kesesuaiannya dengan fakta di lapangan.
“Misalnya ekonomi, apakah benar sudah menggeliat? Di Pasar Pon misalnya, apakah ada tanda-tanda pertumbuhan signifikan?” tegasnya.
Selain itu, pansus juga akan mencermati validitas data yang disajikan, termasuk metode pengambilan sampel dalam sejumlah indikator kinerja.
“Kita akan cek, apakah surveinya benar-benar representatif dan masuk akal. Jangan sampai angka tinggi, tapi tidak sesuai dengan kondisi yang dirasakan masyarakat,” imbuhnya.
Di sisi lain, Sukarodin juga menyoroti keberadaan pejabat baru yang baru saja dilantik dalam proses pembahasan LKPJ.
Ia menegaskan, tidak ada alasan bagi pejabat tersebut untuk tidak memahami data yang disajikan, meskipun masa jabatan mereka masih singkat.
“Tidak ada alasan meskipun masih menjabat dua atau tiga minggu. Harus clear dan paham terhadap data-data yang disajikan,” katanya.
Penegasan ini menurutnya, penting agar pembahasan LKPJ Trenggalek berjalan optimal dan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap capaian kinerja pemerintah daerah.






