RAGAM WARTA, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek pastikan pelayanan hingga ke pelosok desa. Segala pelayanan Pemkab dapat diterima secara langsung bagi masyarakat umum. Semua dijalankan secara terpadu untuk menjalankan pemerintahan tepat sasaran. Program ini dikenal dengan nama Mandes (Makaryo Ning Desa)
“Program Makaryo Ning Desa pertama kali yang saya datangi berada di Desa Bogoran. Selain itu kami juga menyempatkan diri untuk mengunjungi Desa Karangrejo. Kesemua Desa itu berada di Kecamatan Kampak. Untuk selanjutnya diteruskan ke daerah-daerah lain di Kabupaten Trenggalek,” tegas Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin. (Rabu 11/1/2023)
Program ini adalah pengembangan dari coffe morning atau Sanja Pendapa. Program tahun sebelumnya terus mengalami perbaikan. Hingga meneruskan konsep tersebut hingga ke pelosok Desa. Mengingat pelayanan yang berada di pusat kota kurang dirasakan masyarakat pelosok.
Ia menambahkan, “kami Pemkab Trenggalek adalah pelayan masyarakat. Kami yang dibayar oleh mereka dan kami juga yang harus memberikan pelayanan terbaiknya. Selama ini pelayanan hanya berada di pusat kota. Sudah menjadi suatu keharusan kami memberikan pelayanan yang merata dengan tidak menuntut pelayanan langsung hanya di kota. ”
Sebagaimana diketahui pelayanan daerah pelosok sudah tercanang pada UPT. UPT adalah Unit Pelayanan Terpadu yang saat ini masih berada di Kecamatan Watulimo dan Panggul. Pelayanan semacam ini diyakini sebagai bentuk keseriusan Pemkab untuk masyarakat.
“Kami yang memiliki anggaran dan kami yang akan mengalah. Yaitu dengan memberikan pelayanan langsung ke bawah. Setidaknya dengan cara itu menunjukkan kinerja yang cepat dan tepat sasaran tentunya,” lepasnya.
Ketika ditanya terkait pelayanan di pusat kota ia sangat yakin akan berjalan sepenuhnya. Permasalahan itu dianggap tidak membutuhkan penanganan serius. Mengingat pelayanan masih terus dilangsungkan dan menyasar ke bawah.
“Pelayanan di pusat kota saya rasa tiada berpengaruh. Dengan ketersediaan 60% pegawai masih cukup untuk memberikan pelayanan. Kami memberikan pelayanan langsung ke pelosok desa. Jumlah yang datang ke kota tentu akan relatif berkurang dari sebelumnya,” Ia meyakinkan.
Pemkab sendiri bakal membuka kembali Program Sanja Pendapa. Program ini dilangsungkan setiap hari Jum’at pukul 09.00 WIB. Di sana masyarakat bakal mendapatkan solusi yang belum terjawab saat Mandes. Dan pihak terkait akan turut dihadirkan saat itu demi solusi terbaik.
(redaksi/Ja’far Shadiq)






