Anak Trenggalek Hebat, Belajar Nada dari Lato-lato

Jumat, 13 Januari 2023 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAGAM WARTA, Jumat malam pelataran Pasar Pon Trenggalek bergema. Lantunan melodi ketukan beresonansi mengikuti bentangan tali. Irama itu mengeluarkan interval frekuensi terputus dengan tinggi amplitudo karena tekanan. Itu didapat karena permainan Lato-lato. (Jumat 13/1/2023)

Semua itu dalam kerangka pendalaman suara. Setiap gema muncul dari nada yang dikeluarkan dan dipantulkan benda lain. Hal itu mempengaruhi besar nilai tinggi suara antara Lato-lato dengan suara yang dikembalikan.

Suara Lato-lato dipengaruhi oleh bentang tali yang dipakai. Kualitas  nada akan berbeda jumlah nilai getaran yang dihasilkan. Semakin pendek tali yang digunakan maka amplitudo getaran semakin tinggi. Begitu juga jumlah suara ribut atau noise yang semakin terbuka lebar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih dalam lagi, nilai utama nada berasal dari bahan Lato-lato yang digunakan. Semakin bahan yang digunakan memiliki kekerasan yang diukur ohm tinggi menimbulkan nada yang kencang. Begitu juga imbas getaran pada tangan pemakai. Untuk seterusnya tangan lebih cepat kaku.

Teknik menyeimbangkan imbas getaran itu bisa diredam menggunakan interval. Interval atau jarak sentuhan tentu mengurangi jumlah getaran yang diterima tubuh. Dan semua itu akan bisa terjadi jika penguasaan motorik berhasil.

“Permainan Lato-lato ini sangat baik untuk perkembangan anak. Lebih tepatnya pada penguasaan sensor motorik yang lebih baik. Apresiasi terbaik saya pada anak-anak Trenggalek. 100 peserta yang mendaftar online ternyata masih bertambah lagi saat kegiatan ini,” ungkap Ketua PKK Trenggalek Novita Hardini.

Sistem seleksi perlombaan dimulai dari  bertahan mempermainkan Lato-lato terlama. Untuk kemudian mengambil jumlah peserta terbaik untuk diseleksi kembali. Hingga akhirnya didapatkan 3 pemain terbaik dari yang terbaik.

Tambahnya, “permainan ini sangat baik. Saya sangat yakin itu. Saya sendiri ikut mencoba. Dan ternyata tidak mudah dilakukan. Berulang-kali saya mengalami kegagalan. Jadi jangan dianggap permainan ini mudah, namun anak-anak ini bisa. Sungguh luar biasa mereka ini.”

(Ja’far Shadiq)

Berita Terkait

Pameran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 Angkat Jejak Pengrajin dan Seni Jaranan Trenggalek
FJTT 2026 Masuk KEN, Kesenian Jaranan Trenggalek Makin Dikenal
Deputi Kemenpar Buka FJTT, Sebut Jaranan Jadi Identitas Khas Trenggalek
FJTT 2026 Trenggalek Hadir 7 Hari, Tiket Reguler Gratis
FJTT 2026 Dimeriahkan 58 Grup Jaranan, Masuk Karisma Event Nusantara
Hambeging Bumi Jadi Tema Hari Jadi Trenggalek ke-832, Bupati Ajak Kembali Membumi
Hari Jadi Trenggalek ke-832 Lebih Terbuka, Libatkan Petani dan Siapkan 11 Ribu Udik-Udik
Kirab Pusaka Trenggalek Dibagi 2, Milik Bupati ke Karangrejo, Kabupaten ke Kamulan

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:07 WIB

Pameran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 Angkat Jejak Pengrajin dan Seni Jaranan Trenggalek

Senin, 21 September 2026 - 15:54 WIB

FJTT 2026 Masuk KEN, Kesenian Jaranan Trenggalek Makin Dikenal

Senin, 21 September 2026 - 10:40 WIB

Deputi Kemenpar Buka FJTT, Sebut Jaranan Jadi Identitas Khas Trenggalek

Jumat, 18 September 2026 - 18:18 WIB

FJTT 2026 Trenggalek Hadir 7 Hari, Tiket Reguler Gratis

Jumat, 18 September 2026 - 17:01 WIB

FJTT 2026 Dimeriahkan 58 Grup Jaranan, Masuk Karisma Event Nusantara

Berita Terbaru