RagamWarta.com – Tragedi melayangnya tiga nyawa di Kolam Renang Tirta Jwalita Trenggalek masih membekas. Apalagi tempat wisata itu dibawah naungan Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek.
Sebagai bentuk tanggungjawab, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan duka cita kepada keluarga tiga anak yang tewas tenggelam.
Bupati Trenggalek datang langsung ke tiga rumah duka yang diketahui berada di Kelurahan Kelutan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek.
Dirumah duka, Arifin tak henti meminta maaf kepada orang tua terutama kepada ayah masing-masing korban atas insiden yang terjadi pada Minggu (4/5/2023) lalu.
“Ya, saya berkunjung ke rumah duka 3 korban tenggelam di kolam renang Tirta Jwalita. Memang baru sempat hari ini karena kemarin ada beberapa kegiatan,” terang Arifin, Rabu, (7/6/2023).
Menurut Arifin, sebagai bupati yang bertanggung jawab di kabupaten memohon maaf, karena kejadian ada di wilayah aset dari pemerintah daerah.
“Seorang ayah pasti merasakan kehilangan, kami juga merasakan belasungkawa, adapun pesan dari keluarga secara pribadi, kami terima dan laksanakan,” terangnya.
Bupati Trenggalek juga menyinggung pengelola soal delik aturan saat ini semua berjalan, seperti mengusut dari CCTV. Meski dari keluarga tidak melakukan tuntutan, namun hal itu menjadi tanggung jawab.
“Saya akan melakukan evaluasi kepada jajaran, termasuk saya meminta jwalita ditutup sampai kemudian ada perubahan pembenahan aset dan manajemen,” kata Bupati Arifin saat dikonfirmasi sejumlah awak media.
Seharusnya Standar Operasional (SOP) mengutamakan keselamatan, hal itu katanya dari semua tiket yang dibeli pengunjung wisata disediakan asuransi, meski tidak ada satu orang yang berharap ada musibah.
“Kemudian di setiap lokasi memasang cctv, itu sebagai bentuk kita ingin memantau semua kondisi berada keadaan aman. Asuransi saat ini masih dalam pengurusan,” tandasnya.






