RagamWarta.com – Situs Gondang yang terletak di Desa Gondang, Kecamatan Tugu, Trenggalek kembali di ekskavasi. Ekskavasi dikerjakan langsung oleh sejumlah arkeolog dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 11 Jawa Timur.
Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Tim Ekskavasi BPK Wilayah 11 Jatim, Muhammad Ichwan, ekskavasi yang kedua ini difokuskan pada identifikasi dan pembukaan sudut-sudut struktur.
“Kali ini kita fokus identifikasi sudut struktur. Harapannya, dengan penentuan sudut itu denah situs dan bentuknya bisa diperkirakan,” ucap Ichwan saat berada di lokasi Situs Gondang, Minggu (19/11/2023).
Ichwan menjelaskan, ekskavasi tahap dua ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari. Untuk tahap awal, tim akan menggali 16 kotak sesuai temuan enam arca sebelumnya.
“Dalam ekskavasi tahap dua ini, kami bakal melakukan penggalian lebih lebar sehingga seluruh struktur batu bata kuno bisa terlihat,” ucapnya.
“Galian bagian sudut utara dan timur sudah sampai titik bawah. Jadi, kita fokus pelebaran,” tambah Ketua Tim Ekskavasi BPK Wilayah 11 Jatim itu.
Menurut Ichwan, temuan struktur batuan kuno itu terbilang dangkal. Hal ini mengacu penemuan bagian atas struktur dari hasil penggalian yang tidak terlalu dalam.
“Batu bata pada struktur itu berbentuk persegi panjang dan memiliki ketebalan antara 8-9 centimeter. Batu bata dengan bentuk itu biasa ditemukan pada bangunan era sebelum Majapahit,” jelasnya.
Dari penggalian itu, tim meyakini bahwa Situs Gondang memiliki usia lebih tua dari Kerajaan Majapahit, yaitu diperkirakan era Mataram Kuno yakni isekitar abad ke-10.
Sementara Pamong Budaya Ahli Madya BPK Jatim Mohammad Said juga menjelaskan bahwa diperkirakan struktur batuan itu merupakan sebuah bangunan candi. Hal itu terkuak dari hasil diidentifikasi ukuran batu bata yang terbilang besar.
“Ukurannya adalah 6×6 meter. Kemudian lapisan batu dalam yang ditemukan sembilan lapis. Batanya lumayan besar, kalau dilihat dari dimensinya berbeda dengan tinggalan Majapahit. Mungkin ini lebih tua,” pungkas Mohammad Said.






