Tak Hanya Doa Bersama, Megengan di Masjid Ar-Ridlo Kedunglurah Diisi Lomba Anak

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Permainan tradisional dalam rangka megengan di Masjid Ar-Ridlo Jatigepluk Desa Kedunglurah, Minggu (15/2/2026).

Permainan tradisional dalam rangka megengan di Masjid Ar-Ridlo Jatigepluk Desa Kedunglurah, Minggu (15/2/2026).

RagamWarta.com – Bila tradisi megengan biasanya hanya diisi doa bersama, tahlilan hingga sedekah makanan, di lingkungan Masjid Ar-Ridlo Kedunglurah justru diisi dengan berbagai perlombaan untuk anak-anak.

Ada dua jenis perlombaan, yang pertama lomba Religi. Seperti hafalan surat-surat pendek, hingga doa-doa harian. Tidak hanya lomba keagamaan, disini juga menyelenggarakan lomba permainan tradisional.

Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Ridlotul ‘Ulum, Muhammad Bahau Syifa’ menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Megengan Kubro, haflah dan sekaligus menyambut bulan suci Ramadhan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi sarana mendidik anak-anak agar terbiasa datang ke masjid, ke madrasah untuk mengaji, mencintai Al-Qur’an, serta menumbuhkan semangat belajar sejak dini,” jelasnya.

Menurut Bahau Syifa’, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak agar lebih aktif dalam aktivitas positif dan mengurangi penggunaan handphone.

“Melalui kegiatan ini juga kita edukasi anak-anak untuk mengurangi penggunaan handphone dengan memperbanyak aktivitas yang bermanfaat,” ungkap Syifa’, Minggu (15/2/2026).

Lomba Religi dan Permainan Tradisional Semarakkan Megengan

Pada lomba keagamaan, peserta harus menunjukkan kemampuan terbaik dalam hafalan Yasin, adzan dan iqomah, hafalan surat-surat pendek, hingga doa-doa harian.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga pembinaan karakter religius agar generasi muda semakin dekat dengan masjid dan madrasah dalam menyambut Ramadhan.

Sementara untuk permainan tradisional ada makan kerupuk, meletus balon, balap karung, balap kelereng, memasukkan paku dalam botol, makan roti, copil, cokotan kambil, dan sundul balon sukses mengundang tawa warga.

Sedikitnya ada 53 anak-anak yang ambil bagian dalam lomba kali ini. Bahau Syifa’ juga menegaskan bahwa keterlibatan aktif warga menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan ini.

“Kebersamaan warga dalam menyelenggarakan kegiatan ini adalah kekuatan besar. Harapannya, tradisi seperti ini terus berjalan setiap tahun dan mampu melahirkan generasi yang religius, berakhlak, serta tetap mencintai budaya lokal dan juga kirim doa kepada leluhur,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pameran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 Angkat Jejak Pengrajin dan Seni Jaranan Trenggalek
FJTT 2026 Masuk KEN, Kesenian Jaranan Trenggalek Makin Dikenal
Deputi Kemenpar Buka FJTT, Sebut Jaranan Jadi Identitas Khas Trenggalek
FJTT 2026 Trenggalek Hadir 7 Hari, Tiket Reguler Gratis
FJTT 2026 Dimeriahkan 58 Grup Jaranan, Masuk Karisma Event Nusantara
Hambeging Bumi Jadi Tema Hari Jadi Trenggalek ke-832, Bupati Ajak Kembali Membumi
Hari Jadi Trenggalek ke-832 Lebih Terbuka, Libatkan Petani dan Siapkan 11 Ribu Udik-Udik
Kirab Pusaka Trenggalek Dibagi 2, Milik Bupati ke Karangrejo, Kabupaten ke Kamulan

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:07 WIB

Pameran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 Angkat Jejak Pengrajin dan Seni Jaranan Trenggalek

Senin, 21 September 2026 - 15:54 WIB

FJTT 2026 Masuk KEN, Kesenian Jaranan Trenggalek Makin Dikenal

Senin, 21 September 2026 - 10:40 WIB

Deputi Kemenpar Buka FJTT, Sebut Jaranan Jadi Identitas Khas Trenggalek

Jumat, 18 September 2026 - 18:18 WIB

FJTT 2026 Trenggalek Hadir 7 Hari, Tiket Reguler Gratis

Jumat, 18 September 2026 - 17:01 WIB

FJTT 2026 Dimeriahkan 58 Grup Jaranan, Masuk Karisma Event Nusantara

Berita Terbaru