Metri Bumi, Cara Bupati Trenggalek Lestarikan Adat dan Jaga Sumber Air

Senin, 25 Agustus 2025 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin pimpin upacara adat Metri Bumi di Desa Masaran, Kecamatan Bendungan

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin pimpin upacara adat Metri Bumi di Desa Masaran, Kecamatan Bendungan

RagamWarta.com – Upacara adat Metri Bumi, cara unik Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin untuk menjaga ketersediaan sumber air sekaligus melestarikan tradisi leluhur.

Saat Metri Bumi, masyarakat tidak hanya membersihkan dan merawat pohon di sekitar sumber air, tetapi juga menanam pohon baru agar debit air tetap terjaga. Menurut Bupati Trenggalek, menjaga lingkungan sama artinya dengan menjaga keberlangsungan hidup.

“Kalau pohonnya terjaga dan sumber-sumbernya bersih, maka kehidupan akan terus ada meskipun bupatinya tidak ada,” ujar Bupati Trenggalek yang akrab disapa Mas Ipin saat kegiatan Metri Bumi di Desa Masaran, Kecamatan Bendungan, Senin (25/8/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan bahwa Metri Bumi perlu dilestarikan bukan hanya sebagai prosesi adat, tetapi juga sebagai kebiasaan baru masyarakat Trenggalek dalam menjaga lingkungan.

“Metri bumi ini bagian dari kita membawa keselamatan bagi masyarakat Trenggalek,” lanjutnya.

Masyarakat sekitar antusias ikuti serangkaian upacara adat metri bumi di Desa Masaran, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek.

Ditempat yang sama, Sujatmiko yang merupakan Camat Bendungan mengakui antusiasme masyarakat luar biasa. Menurutnya, kegiatan ini mampu memotivasi warga untuk menjaga sumber air sekaligus melestarikan tradisi adat.

“Antusias warga sangat luar biasa, kami mengapresiasi. Dengan adanya kegiatan ini, tentu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk betul-betul merawat sumber air dan pohon-pohon besar,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan bahwa kegiatan Metri Bumi ini juga disertai penanaman pohon, terutama pohon aren yang sangat diharapkan warga.

“Kami akan memverifikasi pohon-pohon yang di bawahnya terdapat sumber air agar benar-benar terawat dan lestari,” imbuhnya.

Salah satu sumber air yang dijaga adalah Papringan di Desa Masaran. Lokasi ini memiliki tiga pohon besar yang masih mengeluarkan air dan dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari.

Sumber air tersebut bahkan mampu menghidupi sekitar 120 kepala keluarga di dua rukun tetangga. Selain di Papringan, Bupati dan jajaran juga melakukan kegiatan serupa di Sumber Panguripan, Desa Sumberejo, Kecamatan Durenan.

 

Berita Terkait

Pameran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 Angkat Jejak Pengrajin dan Seni Jaranan Trenggalek
FJTT 2026 Masuk KEN, Kesenian Jaranan Trenggalek Makin Dikenal
Deputi Kemenpar Buka FJTT, Sebut Jaranan Jadi Identitas Khas Trenggalek
FJTT 2026 Trenggalek Hadir 7 Hari, Tiket Reguler Gratis
FJTT 2026 Dimeriahkan 58 Grup Jaranan, Masuk Karisma Event Nusantara
Hambeging Bumi Jadi Tema Hari Jadi Trenggalek ke-832, Bupati Ajak Kembali Membumi
Hari Jadi Trenggalek ke-832 Lebih Terbuka, Libatkan Petani dan Siapkan 11 Ribu Udik-Udik
Kirab Pusaka Trenggalek Dibagi 2, Milik Bupati ke Karangrejo, Kabupaten ke Kamulan

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:07 WIB

Pameran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 Angkat Jejak Pengrajin dan Seni Jaranan Trenggalek

Senin, 21 September 2026 - 15:54 WIB

FJTT 2026 Masuk KEN, Kesenian Jaranan Trenggalek Makin Dikenal

Senin, 21 September 2026 - 10:40 WIB

Deputi Kemenpar Buka FJTT, Sebut Jaranan Jadi Identitas Khas Trenggalek

Jumat, 18 September 2026 - 18:18 WIB

FJTT 2026 Trenggalek Hadir 7 Hari, Tiket Reguler Gratis

Jumat, 18 September 2026 - 17:01 WIB

FJTT 2026 Dimeriahkan 58 Grup Jaranan, Masuk Karisma Event Nusantara

Berita Terbaru