Ratusan Pedagang Pasar se Trenggalek Unjuk Rasa Imbas Naiknya Tarif Retribusi

Senin, 6 Mei 2024 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat ratusan pedagang berunjuk rasa di depan Pendopo Manggala Praja Nugraha Kabupaten Trenggalek.

Saat ratusan pedagang berunjuk rasa di depan Pendopo Manggala Praja Nugraha Kabupaten Trenggalek.

RagamWarta.com – Ratusan pedagang berunjuk rasa di Pendopo Manggala Praja Nugraha Kabupaten Trenggalek. Pedagang yang biasanya berjualan di pasar ini turun kejalan lantaran merasa keberatan dengan kenaikan tarif retribusi.

Pedagang pasar menilai kebijakan ini sangat memberatkan para pedagang lantaran adanya kenaikan yang begitu signifikan bila dibanding dengan tarif sebelumnya.

Para pedagang tersebut berasal dari Pasar Burung, Pasar Basah, Pasar Kampak, Pasar Gandusari, Pasar Dongko, Pasar Bendorejo Kecamatan Pogalan, Pasar Kamulan Kecamatan Durenan, Pasar Durenan, Pasar Karangan, Pasar Tugu, Pasar Sore, Pasar Kios Bunga, dan pasar lainnya.

Sebelum sampai ke Pendopo, gabungan pedagang pasar berkumpul di depan Pasar Burung, Kelurahan Surodakan, Trenggalek.

Setalah berada di titik kumpul, mereka lalu berjalan kaki menuju Pasar Pon dan lanjut ke Pendopo Manggala Praja Nugraha. Ada yang jalan sambil berorasi, dan ada juga yang mengangkat spanduk dengan berbagai tulisan.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pedagang di Pasar Sebo, Kecamatan Watulimo, Sumarto. Pihaknya menjelaskan bahwa kenaikan tarif retribusi pasar meningkat secara drastis.

“Setelah kami hitung kenaikan retribusi hampir 400 persen, tepatnya sekitar 380 an persen,” ujar Sumarto, Senin (6/5/2024).

Mereka merasa tidak mampu untuk membayar tarif yang telah ditetapkan pemerintah. Belum lagi mereka merasa belum pulih pasca pandemi Covid-19 yang sempat terjadi beberapa tahun lalu.

Belum lagi gempuran toko modern yang yang membuat pasar tradisional semakin sepi. Dengan pertimbangan itu, mereka menyampaikan bahwa kenaikan tarif retribusi pasar tidak boleh lebih dari 30 persen.

“Menurut kami kenaikan wajar itu 30 persen,” ungkapnya.

Dalam aksi kali ini, ratusan pedagang yang hadir sepakat untuk tidak membayar retribusi pasar sebelum harganya diturunkan.

“Kalau tuntutan ini tidak direalisasi, jelas nanti akan demo sebesar-besarnya, kalau tidak disetujui, sampai kapanpun tidak membayar retribusi,” tutup Sumarto.

 

Berita Terkait

Bantuan Sosial Kemensos Trenggalek Rp191 Juta Disalurkan ke 68 Warga, Ini Syarat Penerimanya
Pegawai DPMD Trenggalek Ditemukan Meninggal di Mushola, di Duga Serangan Jantung
Vonis Masduki Bertambah, Total Hukuman Jadi 11 Tahun Penjara
Fortuner Tertimpa Batu di Trenggalek-Ponorogo Km 16, Jalur Ditutup Total Sementara
Balita di Banaran Tenggelam di Kubangan Galian C, Diduga Terpeleset Saat Bermain
Pelaku Arisan Bodong Trenggalek Ditangkap, Sempat Kabur ke Timor Leste
Pembersihan Sedimen Jembatan Ngasinan, Mumpung Cuaca Cerah
Basarnas Trenggalek Evakuasi Nelayan, Terapung 4 Jam di Laut Ditemukan Selamat di Teluk Prigi

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:04 WIB

Bantuan Sosial Kemensos Trenggalek Rp191 Juta Disalurkan ke 68 Warga, Ini Syarat Penerimanya

Jumat, 24 April 2026 - 16:22 WIB

Pegawai DPMD Trenggalek Ditemukan Meninggal di Mushola, di Duga Serangan Jantung

Kamis, 23 April 2026 - 19:08 WIB

Vonis Masduki Bertambah, Total Hukuman Jadi 11 Tahun Penjara

Kamis, 16 April 2026 - 14:12 WIB

Fortuner Tertimpa Batu di Trenggalek-Ponorogo Km 16, Jalur Ditutup Total Sementara

Selasa, 14 April 2026 - 18:06 WIB

Balita di Banaran Tenggelam di Kubangan Galian C, Diduga Terpeleset Saat Bermain

Berita Terbaru