Hadiri Tradisi Longkangan, Bupati Trenggalek Ingatkan Pentingnya Jaga Lingkungan

Selasa, 28 Mei 2024 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin hadiri peringatan Adat Longkangan di Pantai Blado, Kecamatan Munjungan. (Foto : Prokopim Trenggalek)

Saat Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin hadiri peringatan Adat Longkangan di Pantai Blado, Kecamatan Munjungan. (Foto : Prokopim Trenggalek)

RagamWarta.com – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin hadiri peringatan adat Longkangan di Pantai Blado, Kecamatan Munjungan. Dalam kesempatan itu, Bupati Trenggalek ingatkan pentingnya menjaga lingkungan.

“Tentu kita tidak mau acara yang sedemikan meriah ini ketika dikunjungi wisatawan namun pantainya kotor,” ucap Bupati Trenggalek saat hadiri peringatan adat Longkangan di Pantai Blado, Selasa (28/5/2024).

Menurutnya kondisi pantai yang bersih bisa menjadi daya tarik tersendiri. Pasalnya pengunjung merasa nyaman jika pantai yang dikunjungi bersih dan lingkungan terawat dengan baik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karena jika pantainya bersih, pengunjungnya nyaman maka suatu saat akan datang lagi dan tentu perekonomian masyarakat ikut berputar,” sambung Bupati Trenggalek yang akrab disapa Gus Ipin itu.

Selain itu, Arifin juga mengaku bangga dengan adat yang terus dilestarikan oleh warga Munjungan tersebut. Apalagi niat utamanya adalah sedekah karena telah diberi rezeki yang berlimpah ruah.

“Ini merupakan wujud syukur masyarakat, tentu diharapkan ke depan akan semakin dilimpahkan rezeki. Seperti ombak di laut yang tidak pernah terputus, begitu juga dengan rezeki bagi masyarakat Munjungan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, peringatan adat Longkangan merupakan suatu bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, atas melimpahnya tangkapan hasil melaut. Uniknya tradisi ini terus terjaga selama ratusan tahun.

Tradisi Longkangan diawali kirab Tumpeng Agung dari Pendopo Kecamatan Munjungan menuju Pantai Blado. Saat kirap, Tumpeng Agung diiringi oleh dayang-dayang serta rombongan jaranan yang berpakaian adat Jawa.

Sesampainya di Pantai Blado prosesi Longkangan dimulai. Layaknya Larung Sembonyo di Teluk Prigi, dalam tradisi longkangan ini juga wajib ada kesenian tayub untuk pelengkap prosesi adat.

Terakhir, seluruh sesajen beserta Tumpeng Agung dinaikkan ke kapal dan dilarung ke tengah Teluk Sumbreng. Sementara untuk menghibur pengunjung, beberapa kegiatan Langen Beksan, dan Jaranan Turonggo Yakso digelar untuk memberikan hiburan kepada para pengunjungan.

Berita Terkait

Pameran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 Angkat Jejak Pengrajin dan Seni Jaranan Trenggalek
FJTT 2026 Masuk KEN, Kesenian Jaranan Trenggalek Makin Dikenal
Deputi Kemenpar Buka FJTT, Sebut Jaranan Jadi Identitas Khas Trenggalek
FJTT 2026 Trenggalek Hadir 7 Hari, Tiket Reguler Gratis
FJTT 2026 Dimeriahkan 58 Grup Jaranan, Masuk Karisma Event Nusantara
Hambeging Bumi Jadi Tema Hari Jadi Trenggalek ke-832, Bupati Ajak Kembali Membumi
Hari Jadi Trenggalek ke-832 Lebih Terbuka, Libatkan Petani dan Siapkan 11 Ribu Udik-Udik
Kirab Pusaka Trenggalek Dibagi 2, Milik Bupati ke Karangrejo, Kabupaten ke Kamulan

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:07 WIB

Pameran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 Angkat Jejak Pengrajin dan Seni Jaranan Trenggalek

Senin, 21 September 2026 - 15:54 WIB

FJTT 2026 Masuk KEN, Kesenian Jaranan Trenggalek Makin Dikenal

Senin, 21 September 2026 - 10:40 WIB

Deputi Kemenpar Buka FJTT, Sebut Jaranan Jadi Identitas Khas Trenggalek

Jumat, 18 September 2026 - 18:18 WIB

FJTT 2026 Trenggalek Hadir 7 Hari, Tiket Reguler Gratis

Jumat, 18 September 2026 - 17:01 WIB

FJTT 2026 Dimeriahkan 58 Grup Jaranan, Masuk Karisma Event Nusantara

Berita Terbaru