RagamWarta.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 di Kabupaten Trenggalek tinggal menghitung hari. Hingga penghujung bulan Juli, petahana masih unggul diatas angin.
Bagaimana tidak, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang notabenenya jadi juara ketiga dalam ajang pemilihan legislatif ditahun ini menjatuhkan rekomendasi Cakada dan Cawakada Trenggalek ke petahana.
Muchamad Nur Arifin dan Syah Muhammad Natanegara secara resmi memperoleh rekomendasi Calon Kepala Daerah (Cakada) dan Calon Wakil Kepala Daerah (Cawakada) dalam Pilkada Trenggalek tahun 2024.
Dijelaskan Sekretaris Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Timur Kharisma Febriansyah menerangkan bahwa ada beberapa alasan rekomendasi Gerindra jatuh pada petahana. Salah satunya adalah karena gaya kepemimpinan petahana.
“Ada beberapa pertimbangan, yang pertama pertimbangan untuk pembangunan berkelanjutan. Dimana selama ini kami melakukan asesmen, Trenggalek mengalami kemajuan,” terangnya saat dikonfirmasi awak media, Senin (29/07/2024).
Selain itu, Kharisma juga mengungkapkan alasan lain kenapa Gerindra tidak memberikan rekomendasi pada kader-nya sendiri karena beberapa kader Gerindra dinilai belum memiliki pengalaman ditingkat itu.
“Kenapa rekom Gerindra jatuh ke Mas Ipin dan Syah tidak kepada Pak Adib Fathoni karena mas Adib masih pertama kali di legislatif. Masih butuh belajar dulu,” paparnya.
Diungkapkan Kharisma, Adib Fathoni selaku Ketua Gerindra Trenggalek saat ini masih membutuhkan penimba ilmu dalam hal kepemimpinan. Selain itu, menurut Adib kepemimpinan Arifin dan Syah diyakini bisa majukan Trenggalek.
Pihaknya juga menjelaskan bahwa komunikasi politik yang terjalin antara Gerindra dan petahana tidak terlalu lama. Pasalnya dalam menentukan sebuah rekomendasi, hanya ada pertemuan antara Ketua Gerindra Jatim dan Arifin.
“Pertemuannya belum lama, kami meminta petahana untuk berkoordinasi struktural partai untuk tahap pemenangan 2024-2029, dan menyiapkan program kerja,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Mochamad Nur Arifin mengaku surat rekomendasi dari Partai Gerindra merupakan surat rekom yang pertama ia pegang. Sebab Partai Politik yang lainnya masih belum menentukan arah dukungannya.
“Sebelum mendapat rekom juga ada penjajakan dari Partai Politik. Biasanya sebelum rekom diserahkan ada rapat tingkat partai. Usulan dari bawah di bawa ke atas kemudian jadi surat rekom,” ungkapnya.
Sementara Arifin juga tidak mau berkomentar banyak mengenai belum adanya musuh yang diperkirakan akan melawan petahana. Padahal saat ini sudah mendekati masa pendaftaran bakal calon.
“Masih banyak rekom parpol yang belum turun, jadi masih ada kesempatan yang lain untuk mendapat rekom. Silahkan masyarakat trenggalek berhak mendapat terbaik,” pungkasnya.






