Trenggalek Siaga Megathrust: BPBD Petakan Jalur Evakuasi di 17 Desa

Kamis, 22 Agustus 2024 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rambu jalur evakuasi (foto: titikkata)

Ilustrasi rambu jalur evakuasi (foto: titikkata)

RagamWarta.com – Ramai berita beredar bahwa Pulau Jawa memiliki tingkat kerawanan terkena gempa bumi dengan skala besar. Bahkan kekuatannya digadang-gadang dapat mencapai 8,7 magnitudo.

Sontak hal tersebut jadi atensi, pasalnya Trenggalek terletak di pesisir selatan Pulau Jawa. Bahkan Trenggalek menjadi salah satu daerah yang berpotensi terdampak dengan adanya Megathrust.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono mengkonfirmasi adanya ancaman Megathrust.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pihaknya mengaku sudah menyiapkan antisipasi jika hal ini bakal terjadi. Antisipasi tersebut adalah membuat peta rawan bencana terutama di 17 desa yang berada di tiga kecamatan.

“Adapun tiga kecamatan tersebut berada di pesisir selatan Trenggalek yaitu Kecamatan Watulimo, Kecamatan Munjungan, dan Kecamatan Panggul,” jelasnya, Senin (18/8/2024).

Pihak BPBD Trenggalek berencana melakukan kontinjensi berkaitan dengan potensi gempa bumi dan tsunami, Megathrust dan sebagainya di 3 kecamatan, 17 desa.

“Bahkan setiap tahun kita melaksanakan festival gempa bumi dan tsunami (Gempi) di daerah tersebut,” katanya.

Dalam acara tersebut, pihaknya bersama elemen masyarakat sekitar diajak untuk susur jalur evakuasi. Jalur tersebut adalah jalan yang dijadikan jalur evakuasi jika terjadi bencana banjir, dan gempa bumi hingga tsunami.

Dalam susur jalur tersebut, BPBD Trenggalek juga memastikan rambu-rambu menuju jalur evakuasi sudah terpasang dengan baik. Sehingga masyarakat tidak kebingungan untuk menuju titik aman ketika bencana benar-benar terjadi.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga memastikan EWS (Early Warning System) sudah terpasang di sejumlah titik. Bahkan pada tanggal 26 setiap bulannya dilakukan uji coba termasuk sirine saat ancaman bencana alam muncul.

“Di peta rawan bencana juga sudah ditunjukkan mana-mana saja titik evakuasi yang ada ketika EWS menyala. Kita sudah simulasi dan gladi termasuk operasionalnya bagaimana seandainya benar-benar terjadi bencana,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Kapolres Trenggalek Baru, AKBP Rizky Resmi Pimpin Polres Trenggalek
Pemuda Trenggalek Juara Magic Chess Internasional, Kalahkan Filipina, hingga Vietnam
Kondisi Bayi yang Ditemukan di Desa Banaran Sehat, RSUD Lakukan Observasi 3 Hari
Kebakaran Hutan di Trenggalek Capai 10,5 Hektare, BPBD Imbau Warga Tak Bakar Lahan
Penyebab Tingginya Angka Perceraian di Trenggalek Tak Hanya Soal Ekonomi
Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek Capai 92 Persen, Siap Ditempati 31 Juli
MIN 1 Trenggalek Ngaku Pengadaan LKS Keputusan Komite
SDN 3 Karangturi Belum Dapat Siswa Baru, Disdik Trenggalek Ungkap Penyebabnya

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:37 WIB

Kapolres Trenggalek Baru, AKBP Rizky Resmi Pimpin Polres Trenggalek

Senin, 27 Juli 2026 - 18:23 WIB

Kondisi Bayi yang Ditemukan di Desa Banaran Sehat, RSUD Lakukan Observasi 3 Hari

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kebakaran Hutan di Trenggalek Capai 10,5 Hektare, BPBD Imbau Warga Tak Bakar Lahan

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:04 WIB

Penyebab Tingginya Angka Perceraian di Trenggalek Tak Hanya Soal Ekonomi

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:17 WIB

Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek Capai 92 Persen, Siap Ditempati 31 Juli

Berita Terbaru