RagamWarta.com – Seperti diketahui, bahwa saat ini Pulau Jawa tengah menghadapi ancaman gempa megatrust. Gempa bumi dahsyat yang diproyeksikan menyimpan kekuatan besar, bahkan bisa mencapai 8,7 magnitudo.
Sebagai salah satu daerah yang terletak di pesisir selatan Pulau Jawa, Kabupaten Trenggalek menjadi wilayah yang berpotensi terdampak bencana tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengungkapkan bahwa ada 17 desa di tiga kecamatan yang paling rawan terdampak jika gempa megatrust benar terjadi.
“Ada tiga kecamatan yang rawam terdampak, yang pertama Kecamatan Panggul, Watulimo, dan Munjungan,” ujar Kalaksa BPBD Trenggalek.
Sebagai daerah yang dekat dengan garis patahan aktif di Samudra Hindia, kawasan pesisir selatan Trenggalek memiliki risiko tinggi terkena gempa bumi yang kuat.
“Tiga kecamatan itu berhadapan langsung dengan garis patahan aktif, sehingga warga yang berada di daerah rawan harus tetap siaga,” imbuhnya.
Triadi juga menjelaskan bahwa jika gempa terjadi, warga perlu mengetahui langkah-langkah penyelamatan yang tepat. Hal itu berguna untuk meminimalkan risiko cedera atau bahkan kematian.
“Jika sedang berada di dalam bangunan, lindungilah diri dari reruntuhan dengan berlindung di bawah meja atau kasur yang kokoh. Hal ini untuk menghindari tertimpa bangunan yang mungkin runtuh,” jelasnya.
Namun, jika saat terjadi gempa berada di luar ruangan, Triadi mengimbau agar segera menjauh dari bangunan tinggi maupun tanah yang mudah retak.
“Jangan mendekati gedung, pohon besar, atau benda yang berpotensi roboh. Cari tempat terbuka yang aman,” jelasnya.
Khusus bagi warga yang tinggal di daerah pesisir, Triadi memberikan peringatan khusus terkait risiko tsunami yang sering kali menyusul setelah gempa besar.
“Orang yang ada di pesisir harus segera berpindah ke area blue line atau safe zone setelah merasakan gempa. Jangan menunggu sirene atau peringatan lain, karena waktu evakuasi bisa sangat singkat,” tegasnya.
Selain itu, warga yang tinggal di daerah pegunungan diminta waspada terhadap potensi longsor yang dapat dipicu oleh gempa.
“Hindari area yang rentan longsor dan pastikan berada di tempat aman jika tinggal di wilayah perbukitan,” imbaunya.
Di samping itu, pihaknya juga telah memastikan EWS (Early Warning System) sudah terpasang di sejumlah titik. Bahkan alat tersebut kerap di uji coba untuk mengantisipasi jika bencana terjadi.
“Kita sudah simulasi dan gladi termasuk operasionalnya bagaimana seandainya benar-benar terjadi bencana tersebut,” pungkasnya.






