RagamWarta.com – Insiden dugaan keracunan massal yang terjadi saat pengajian di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, memicu langkah serius dari pihak kepolisian dan instansi terkait.
Dijelaskan Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Zainul Abidin menyatakan bahwa pihaknya kini tengah fokus melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden yang terjadi pada Rabu (09/102024) pekan lalu.
Selain memeriksa penyelenggara acara, penyidik juga melakukan pengecekan ke toko tempat catering berbelanja bahan makanan. Sampel makanan dan bahan pokok juga diambil untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.
“Penyidik juga memeriksa penyelenggara acara Maulid dalam hal ini ketua RT dan panitia acara. Kemudian melakukan pengecekan di dapur catering terkait produk yang dipakai oleh catering,” katanya.
AKP Zainul juga menambahkan bahwa pihaknya juga mendatangi keluarga korban untuk menanyakan riwayat kesehatan serta mengambil sisa obat yang dikonsumsi karena diketahui korban memiliki penyakit bawaan hipertensi.
“Kami juga masih melakukan pemantauan kondisi korban yang lain dan kami juga masih menunggu nanti hasilnya daripada laboratorium seperti apa,” pungkasnya.
Langkah pengawasan ini tak hanya terbatas pada aspek penyelidikan, melainkan juga berkolaborasi dengan RSUD Dr. Soedomo dan Dinas Kesehatan untuk memastikan keamanan makanan yang disajikan saat ada acara publik.
Pihak rumah sakit telah bekerja sama dalam melakukan pemeriksaan terhadap korban, sedangkan sampel makanan dikirimkan ke laboratorium di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk diuji.
Kejadian yang menelan korban hingga 98 orang, dengan satu orang meninggal setelah menjalani perawatan intensif selama lima hari menjadi sinyal pemerintah daerah untuk memperketat regulasi dan pengawasan jasa makanan.
“Kasus ini menjadi peringatan keras bagi penyedia jasa catering di wilayah Trenggalek dan sekitarnya. Berhati-hatilah dalam memilih kualitas makanan agar insiden seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.






