RagamWarta.com – Nampaknya musim pancaroba tidak hanya membawa dampak buruk bagi manusia. Kesehatan hewan ternak pun juga terancam.
Dinas Peternakan (Disnak) Trenggalek mengkonfirmasi bahwa ada beberapa jenis penyakit yang rawan menjangkit hewan ternak. Sedikitnya ada sembilan penyakit yang berpotensi menjangkit hewan ternak.
Sepanjang tahun lalu Trenggalek mencatat ratusan kasus penyakit pada ternak, dengan demam tiga hari atau Bovine Ephemeral Fever (BEF) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebagai penyakit yang paling banyak menyerang hewan ternak ruminansia.
Berdasarkan laporan Disnak Trenggalek, terdapat 563 kasus BEF dan 235 kasus PMK yang tercatat di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek.
Menyikapi tingginya kasus penyakit ternak yang tercatat sepanjang tahun lalu, Dinas Peternakan (Disnak) Trenggalek kini gencar melakukan berbagai langkah preventif untuk meminimalisir dampak penyakit.
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Ririn Hari Setiani menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pengobatan. Aspek pencegahan juga digalakkan melalui peningkatan edukasi untuk peternak serta pemberian fasilitas desinfektan.
“Langkah ini diharapkan dapat membantu peternak menjaga kebersihan kandang dan lingkungan, sehingga risiko penularan penyakit seperti Bovine Ephemeral Fever (BEF) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dapat ditekan,” ujarnya.
Langkah pencegahan ini mendapat prioritas setelah pada tahun 2023 tercatat sebanyak 563 kasus BEF dan 235 kasus PMK menyerang ternak di Trenggalek.
Meskipun angka kematian akibat PMK relatif rendah, yakni 1-5%, Ririn menekankan bahwa penanganan dini penting untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.
“Selain pengobatan, kami juga memfokuskan pada pencegahan infeksi sekunder yang dapat memperparah kondisi ternak,” tambahnya.
Upaya lain yang sedang digencarkan Disnak adalah penyuluhan kesehatan hewan secara berkala kepada para peternak, agar mereka lebih memahami gejala awal penyakit seperti BEF, PMK, diare, helminthiasis, dan myasis.
“Kesadaran peternak sangat penting. Deteksi dini adalah kunci agar ternak dapat segera mendapatkan perawatan yang tepat,” jelas Ririn.
Ririn juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi tubuh ternak dengan pemberian vitamin dan nutrisi yang cukup. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya tahan tubuh hewan sehingga tidak mudah terserang penyakit jelang pancaroba.
Selain itu, keberhasilan Trenggalek dalam mengendalikan penyakit-penyakit berbahaya lainnya, seperti Newcastle Disease (ND), Avian Influenza (AI), dan Septicaemia Epizootica (SE), yang tidak dilaporkan sepanjang 2023, menjadi indikator positif.
Disnak terus berupaya mempertahankan tren ini dengan memperkuat kolaborasi bersama peternak dan berbagai pihak terkait.
Dengan berbagai langkah preventif yang dilakukan, Disnak optimis mampu menekan angka penyebaran penyakit ternak di musim pancaroba kali ini.
“Kami terus melakukan monitoring secara intensif dan berharap ternak di Trenggalek dapat tetap produktif dan sehat,” pungkas Ririn.






