KPU Trenggalek Targetkan 75 Persen Partisipasi Pilkada, Padahal Calon Tunggal

Sabtu, 9 November 2024 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Imam Nurhadi, Komisioner KPU Trenggalek Divisi Sosialisasi Pendidikan, Pemilih dan Sumber Daya Manusia (Baju Batik).

Imam Nurhadi, Komisioner KPU Trenggalek Divisi Sosialisasi Pendidikan, Pemilih dan Sumber Daya Manusia (Baju Batik).

RagamWarta.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek tengah berupaya maksimal untuk mencapai target partisipasi 75 persen pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Namun target itu nampaknya tidak mudah untuk digapai. Pasalnya hanya adanya calon tunggal untuk posisi Bupati dan Wakil Bupati dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah yang berlangsung pada 27 November 2024 nanti.

Dijelaskan Imam Nurhadi selaku Komisioner KPU Trenggalek Divisi Sosialisasi Pendidikan, Pemilih dan Sumber Daya Manusia mengaku tengah mempelajari tingkat partisipasi pada Pilkada sebelumnya yang mencapai 68 persen.

Menurut Imam, meski target kali ini lebih tinggi, KPU Trenggalek tetap optimistis akan mampu mencapainya. Apalagi Pilkada tahun ini juga berbarengan dengan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Target untuk partisipasi sebanyak 75 persen sebenarnya realistis. Kami melihat pada Pilkada 2020 partisipasinya mencapai 68 persen,” ujar Imam Nurhadi, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (08/11/2024.

Imam Nurhadi mengakui kendala utama yang dihadapi KPU Trenggalek dalam Pilkada 2024 adalah adanya calon tunggal dalam Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek. Pasalnya ada opini keliru yang berkembang dimasyarakat.

“Satu pasangan calon berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat. Bahkan ada yang mempunyai anggapan hadir di TPS dengan memilih kolom kosong sama saja Golongan Putih (Golput),” ungkapnya.

Menyikapi situasi ini, KPU Trenggalek mencoba melakukan pendekatan yang berbeda. Salah satunya adalah mengimbau masyarakat agar tetap menggunakan hak pilihnya. Entah pilih paslon tunggal atau pilih kolom kosong.

“Strategi ini dilakukan dengan menggandeng tokoh masyarakat serta menyosialisasikan pentingnya peran pemilih dalam menentukan jalannya pemerintahan ke depan,” tambahnya.

Pihaknya juga menilai dengan adanya relawan kolom kosong yang menyuarakan opsi lawan petahana bisa jadi potensi naiknya jumlah partisipasi memilih dikalangan masyarakat Trenggalek.

“Para relawan kolom kosong justru bisa membantu kami dalam meningkatkan angka partisipasi karena pemilih yang awalnya memilih Golput mungkin beralih memilih kolom kosong,” ujarnya.

Perlu diketahui, KPU Trenggalek menargetkan 75 persen partisipasi masyarakat. Itu artinya KPU membutuhkan sedikitnya 443.880 pemilih dari total 591.840 Daftar Pemilih Tetap (DPT) hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

 

Berita Terkait

LKPJ Trenggalek 2025 Mulai Dibahas Pansus, Tekankan Outcome dan Ingatkan Pejabat Baru
Dipilih Lewat Seleksi Terbuka, Ini Alasan Khoirul Ansori Didapuk Direktur PDAM Trenggalek
Mas Ipin Tak Terapkan WFH di Trenggalek, Bila Tidak Ada Bukti Penghematan APBD
Rotasi Kepala Dinas Trenggalek, Ini Daftar Pejabat yang Digeser Mas Ipin
LKPJ Trenggalek 2025 Diserahkan, Wabup Akui Belum Puaskan Publik Meski PDRB Tumbuh
Pemutakhiran Data Bansos Trenggalek Disoroti Gus Ipul, Integrasi Data ke BPS Jadi Kunci
Jadi Lebaran, THR ASN Trenggalek Ditarget Cair Sebelum Cuti Bersama
Begini Alasan Proyek Jalan Ngetal-Kampak Trenggalek Dilengkapi Drainase 1,4 Km

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 18:09 WIB

LKPJ Trenggalek 2025 Mulai Dibahas Pansus, Tekankan Outcome dan Ingatkan Pejabat Baru

Jumat, 3 April 2026 - 19:06 WIB

Dipilih Lewat Seleksi Terbuka, Ini Alasan Khoirul Ansori Didapuk Direktur PDAM Trenggalek

Kamis, 2 April 2026 - 19:03 WIB

Mas Ipin Tak Terapkan WFH di Trenggalek, Bila Tidak Ada Bukti Penghematan APBD

Rabu, 1 April 2026 - 17:05 WIB

Rotasi Kepala Dinas Trenggalek, Ini Daftar Pejabat yang Digeser Mas Ipin

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:08 WIB

LKPJ Trenggalek 2025 Diserahkan, Wabup Akui Belum Puaskan Publik Meski PDRB Tumbuh

Berita Terbaru