Dalang Cilik dan Karawitan Pelajar Warnai Peringatan Hari Wayang Nasional di Trenggalek

Minggu, 1 Desember 2024 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampilan dalang cilik saat peringatan Hari Wayang Nasional di Trenggalek

Penampilan dalang cilik saat peringatan Hari Wayang Nasional di Trenggalek

RagamWarta.com – Peringatan Hari Wayang Nasional tahun 2024 di Trenggalek nampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Jika biasanya menyelenggarakan wayang semalam suntuk dengan menghadirkan dalang kondang, di Trenggalek kali ini  justru hadirkan dalang cilik. Uniknya, dalang cilik ini masih duduk dibangku Sekolah Dasar.

Diselenggarakan di Pendopo Manggala Praja Nugraha, dalang cilik ini memainkan wayang kulit dengan penuh gairah layaknya dalang profesional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek mengungkapkan bahwa peringatan hari wayang tahun ini bertujuan lebih pada meregenerasi dalang sekaligus melestarikan kesenian wayang kulit.

“Ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah untuk menggali potensi anak-anak dalam hal kesenian, terutama wayang kulit. Jangan sampai anak-anak kita tidak mengenal wayang kulit,” ungkap Sunyoto, Sabtu (30/11/2024).

Ada dua dalang cilik yang dipersembahkan oleh Disparbud Trenggalek, yang pertama Ferdinand Adam Prayoga dari SDN 3 Surenlor, Bendungan dan Ilham Ramadhani dari SDN 1 Bendoroto, Munjungan, Trenggalek.

“Yang kita tampilkan kali ini merupakan dalang cilik hasil festival yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Trenggalek. Dan ini merupakan kolaborasi yang sangat bagus, mari kita teruskan,” lanjutnya.

Penampilan dalang cilik Ilham Ramadhani dari SDN 1 Bendoroto, Kecamatan Munjungan
Penampilan dalang cilik Ilham Ramadhani dari SDN 1 Bendoroto, Kecamatan Munjungan.

Dalam kesempatan ini, Sunyoto juga mengajak seluruh insan kesenian baik seniman maupun penikmat seni tradisional untuk selalu menempatkan wayang di hati.

“Mari tanamkan wayang di hati kita masing-masing. Agar kesenian wayang bisa menggema diberbagai tempat dan tetap lestari sampai anak cucu kita nanti,” pintanya.

Selain menampilkan dalang cilik, dalam perayaan Hari Wayang Nasional di Trenggalek kali ini juga menampilkan kesenian musik tradisional berapa karawitan. Yang memainkannya juga pelajar ditingkat Sekolah Dasar.

“Selain menampilkan dalang cilik, kami juga hadirkan karawitan anak-anak. Penampil yang pertama dari SDN 1 Widoro, Kecamatan Gandusari dan yang kedua ada dari SDN 1 Dongko, Kecamatan Dongko,” jelas Sunyoto.

Penampilan karawitan anak-anak dari SDN 1 Dongko
Penampilan karawitan anak-anak dari SDN 1 Dongko.

Sementara itu, Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Provinsi Jawa Timur Sinarto juga turut hadir dalam Peringatan Hari Wayang Nasional di Trenggalek tahun 2024 ini.

Menurut Sinarto, seniman sangatlah penting bagi lestarinya budaya bangsa. Karena seniman mampu menyaring dan mampu menjaga pakem-pakem suatu kebiasaan masyarakat yang cenderung beralih ke kehidupan modern.

“Penyehatan dari kesenian itu ada pada senimannya. Seniman harus mampu menghadapi gangguan, semua masalah, bahkan harus bisa menyaring kebudayaan barat yang belakangan ini berkembang dimasyarakat,” tegasnya.

Oleh karena itu, Ketua Pepadi Jatim meminta agar seluruh seniman se-Jawa Timur khususnya Trenggalek untuk bersatu dan saling menguatkan. Dengan demikian ide-ide kreatif akan terus bermunculan saat semua seniman bersatu.

“Seniman harus senantiasa kreatif, dan tentu hal tersebut sulit bila tidak ada rasa kebersamaan. Ayo rukun dengan seluruh dinas, mari bangun arena kebudayaan di kabupaten Trenggalek,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek foto bersama Ketua Pepadi Jatim
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek (kanan) foto bersama Ketua Pepadi Jatim (kiri)

Peringatan Hari Wayang Nasional tahun 2024 di Trenggalek pun ditutup dengan menampilkan Karawitan Pesintren dan dilanjutkan dengan menampilkan wayang kulit lintas generasi dengan empat dalang sekaligus.

Yakni Dalang Ki Bryan Arfista Ramadhani, Ki Ahmad Andri, Ki Samari, dan Ki Bambang Endro Tanoyo.

 

Berita Terkait

Pameran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 Angkat Jejak Pengrajin dan Seni Jaranan Trenggalek
FJTT 2026 Masuk KEN, Kesenian Jaranan Trenggalek Makin Dikenal
Deputi Kemenpar Buka FJTT, Sebut Jaranan Jadi Identitas Khas Trenggalek
FJTT 2026 Trenggalek Hadir 7 Hari, Tiket Reguler Gratis
FJTT 2026 Dimeriahkan 58 Grup Jaranan, Masuk Karisma Event Nusantara
Hambeging Bumi Jadi Tema Hari Jadi Trenggalek ke-832, Bupati Ajak Kembali Membumi
Hari Jadi Trenggalek ke-832 Lebih Terbuka, Libatkan Petani dan Siapkan 11 Ribu Udik-Udik
Kirab Pusaka Trenggalek Dibagi 2, Milik Bupati ke Karangrejo, Kabupaten ke Kamulan

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:07 WIB

Pameran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 Angkat Jejak Pengrajin dan Seni Jaranan Trenggalek

Senin, 21 September 2026 - 15:54 WIB

FJTT 2026 Masuk KEN, Kesenian Jaranan Trenggalek Makin Dikenal

Senin, 21 September 2026 - 10:40 WIB

Deputi Kemenpar Buka FJTT, Sebut Jaranan Jadi Identitas Khas Trenggalek

Jumat, 18 September 2026 - 18:18 WIB

FJTT 2026 Trenggalek Hadir 7 Hari, Tiket Reguler Gratis

Jumat, 18 September 2026 - 17:01 WIB

FJTT 2026 Dimeriahkan 58 Grup Jaranan, Masuk Karisma Event Nusantara

Berita Terbaru