RagamWarta.com – Rumah berlantai dua yang seluruhnya terbuat dari kayu di Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek kebakaran. Kerugian material ditafsir mencapai Rp500 juta.
Dijelaskan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran (Satpol PPK) Kabupaten Trenggalek, Habib Solehudin bahwa saat kejadian pemilik tengah berada di lantai satu. Sementara kebakaran terjadi di lantai dua.
“Kejadian bermula saat pemilik rumah yang bernama Djarwito (65), berada di lantai satu mendengar suara gemeretak kayu terbakar. Ketika mengecek ke lantai dua, ia melihat api sudah berkobar di pojok kiri ruangan,” terang Habib, Senin (10/3/2025).
Menurut keterangan Habib, pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 12.57 WIB, dan tim pemadam langsung bergerak ke lokasi dalam waktu dua menit. Setibanya di lokasi pukul 13.09 WIB, dan langsung melakukan pemadaman.
“Petugas yang tiba di lokasi segera melakukan operasi pemadaman, yang berlangsung hingga pukul 14.06 WIB. Upaya pembasahan untuk memastikan api benar-benar padam selesai dilakukan pukul 15.30 WIB,” tegasnya.

Pihaknya juga menerangkan bahwa ada 20 personel Damkar yang dikerahkan dalam operasi kali ini. Tidak hanya itu, mereka juga dibantu TNI, Polri, TRC BPBD, Tagana, Muspika, hingga masyarakat sekitar.
Habib Solehudin juga menjelaskan bahwa dalam operasi kali ini, Damkar Trenggalek mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran dengan total penggunaan air sebanyak 9.000 liter.
“Api berhasil dikendalikan dalam waktu 54 menit. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp500 juta. Sementara aset yang berhasil diselamatkan sekitar Rp1 miliar,” jelasnya.
Berdasarkan hasil investigasi di lokasi kejadian, kebakaran dikediaman bapak Djarwito diduga dipicu oleh konsleting listrik di lantai dua rumah. Selain itu, Habib berpesan agar lebih agar waspada terhadap instalasi listrik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing. Periksa kabel dan peralatan listrik secara berkala guna mencegah kebakaran akibat korsleting,” pungkas Habib Solehudin.






