RagamWarta.com – Dukung program Presiden RI Prabowo Subianto disektor ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek bersama Kodim 0806 resmikan Posko Swasembada Pangan.
Dijelaskan Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohammad Natanegara bahwa peresmian Posko Swasembada Pangan bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan di wilayah Trenggalek.
Posko Swasembada Pangan Jadi Pusat Koordinasi Petani
Berlokasi di Jalan Hasanudin, Kelurahan Surodakan, Trenggalek, posko ini akan berfungsi sebagai pusat data dan koordinasi antara petani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta pihak terkait lainnya.
Selain itu, Kodim 0806 Trenggalek akan berperan aktif dalam mendampingi pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.
Wakil Bupati Trenggalek, yang akrab disapa Mas Syah ini menekankan akan pentingnya sektor pertanian sebagai pilar utama pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat.
“Pertanian adalah wajah kita. Swasembada pangan harus kita dukung, apalagi dengan berbagai tantangan seperti keterbatasan lahan dan faktor lainnya,” ujar Mas Syah, Selasa (25/3/2025).
Dalam kesempatan ini, Mas Syah juga berharap kehadiran posko ini dapat meningkatkan produksi pangan di Kabupaten Trenggalek.
“Semoga posko ini membawa keberkahan dan manfaat bagi kita semua,” tambahnya.
Strategi Maksimalkan Produksi Pangan
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Trenggalek, Imam Nurhadi, menjelaskan bahwa posko ini didirikan untuk mendorong peningkatan produksi pangan lokal.
“Posko ini akan menjadi pusat koordinasi antara petani, PPL, dan pihak terkait lainnya agar produksi pangan meningkat,” ungkapnya.
Menurut Imam, luas lahan pertanian di Trenggalek masih jauh dari target yang ditetapkan. Untuk mengatasinya, petani diimbau menerapkan sistem tanam cepat dengan pola 14 hari panen, langsung tanam kembali.
Selain itu, Imam juga menegaskan bahwa efisiensi biaya produksi menjadi prioritas agar petani tetap mendapatkan keuntungan.
“Percuma bercocok tanam jika petani tidak mendapatkan untung. Oleh karena itu, kami berkomitmen menekan biaya produksi serendah mungkin,” tandasnya.
TNI dan Bulog Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Dandim 0806 Trenggalek, Letkol Czi Yudo Aji Susanto juga menegaskan bahwa posko ini juga berfungsi sebagai pusat informasi dan pengawasan, termasuk pemantauan penggunaan pompa air untuk irigasi pertanian.
“Tidak ada lagi ego sektoral. Kita harus bahu-membahu mewujudkan ketahanan pangan nasional. TNI siap mendampingi agar swasembada pangan berjalan dengan baik,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa swasembada pangan selaras dengan program prioritas Presiden Prabowo, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.
“MBG dipetakan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, sementara Koperasi Merah Putih akan bertindak sebagai penyedia kebutuhan tersebut. Semua elemen harus saling melengkapi,” jelasnya.
Sementara itu, David Donny Kurniawan dari Bulog menegaskan bahwa pihaknya siap menyerap gabah petani dengan harga Rp6.500 per kg, harga bersih tanpa potongan biaya tambahan.
“Petani cukup menunggu di rumah, karena Bulog yang akan datang mengambil dan mengangkut hasil panen. Namun, jika ada pihak lain yang membeli dengan harga lebih tinggi, kami persilakan,” jelasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, TNI, dan Bulog, Kabupaten Trenggalek optimis mampu mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan serta mendukung program swasembada pangan nasional.






