Tak Perlu Direstorasi, Komunitas Sejarah Trenggalek Desak Arca Durga Dikembalikan

Selasa, 22 April 2025 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komunitas Pegiat Sejarah Trenggalek (Pesat), Harmaji saat dikonfirmasi awak media.

Ketua Komunitas Pegiat Sejarah Trenggalek (Pesat), Harmaji saat dikonfirmasi awak media.

RagamWarta.com – Komunitas Pegiat Sejarah Trenggalek desak agar Arca Durga Mahesasuramardhini yang sempat dibawa ke Bogor untuk direstorasi segera dikembalikan ke tempatnya.

Ketua Komunitas Pegiat Sejarah Trenggalek (Pesat), Harmaji menilai pemindahan arca dari lokasi aslinya di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, tidak melalui jalur resmi dan berisiko merusak nilai sejarah yang melekat.

Diketahui arca tersebut sebelumnya dibawa oleh mantan Kapolres Trenggalek untuk proses restorasi di Bogor. Namun inisiatif tersebut menuai sorotan dari kalangan pelestari budaya.

“Proses perpindahan arca itu harus ditinjau dari akadnya dulu. Kalau hanya titipan, ya harus dikembalikan. Restorasi pun tak bisa dilakukan sembarangan,” ujar Harmaji dalam wawancara khusus, Selasa (22/4/2025).

Menurutnya, setiap bentuk pelestarian terhadap benda cagar budaya (CB) maupun objek diduga cagar budaya (ODCB) harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan prosedur hukum dan keterlibatan institusi berwenang.

Ia juga menegaskan bahwa pemindahan atau penyempurnaan arca tidak bisa dilakukan secara personal, apalagi tanpa dukungan kajian arkeologis yang memadai.

“Restorasi tidak bisa seperti memperbaiki rumah. Kalau bagian atas arca hilang, tidak mungkin bisa ditambahkan kembali secara ilmiah. Data dan atributnya bisa tidak akurat,” tegasnya.

Harmaji menjelaskan bahwa setiap arca memiliki langgam dan ciri khas yang mencerminkan era pembuatannya, seperti era Kadiri, Singhasari, atau Majapahit. Jika ditambahkan sembarangan, sambungnya, justru akan menciptakan kesan keliru dan menyesatkan publik.

“Ini adalah kasus pemindahan arca yang jarang terjadi di Trenggalek,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa baik cagar budaya resmi maupun objek yang masih dalam proses penetapan status (ODCB), semestinya diperlakukan sama dalam pelestariannya.

“Apapun statusnya, baik CB maupun ODCB, harus diperlakukan sama. Ini bukan tanggung jawab individu, tapi semua warga Trenggalek. Kita wajib melestarikan warisan budaya ini,” tambahnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Harmaji mendorong adanya pusat informasi sejarah dan budaya di tiap kecamatan atau kelurahan sebagai sarana edukasi publik.

Ia menilai pendekatan ini lebih realistis daripada membangun museum yang menuntut biaya dan pengelolaan kompleks.

“Kalau benda-benda budaya ditempatkan di satu lokasi khusus, bisa jadi pusat edukasi. Orang bisa belajar dan tahu sejarah Trenggalek. Jangan sampai benda-benda itu justru hilang atau disimpan diam-diam,” tegasnya.

Harmaji berharap pemerintah daerah menunjukkan komitmen nyata dalam penyelamatan benda cagar budaya, termasuk mencegah agar benda-benda tersebut tidak tersebar ke luar daerah atau bahkan keluar negeri.

“Ini soal identitas kita sebagai warga Trenggalek. Kalau tidak kita yang jaga, siapa lagi?” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Game Console di Trenggalek Kian Berkembang, Turnamen Lokal Jadi Ajang Lahirkan Talenta Baru
Pengawasan Diperketat, Hewan Kurban di Pasar Hewan Trenggalek Dipastikan Sehat
Jagongan dengan Kades Trenggalek, Wapres Gibran: Terima Kasih Masukannya
Gibran ke Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Krusial
Pengamanan Kunjungan Wapres ke Trenggalek, Ratusan Personel Gabungan Disiagakan
Jadwal Haji Trenggalek 2026, 451 Jemaah Berangkat 18 Mei
Esports Trenggalek Makin Eksis, Turnamen Oasis Dapat Perhatian Kadispora
Belanja Pegawai Trenggalek Tembus 42%, DPRD Pertimbangkan Pangkas Gaji

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 19:16 WIB

Game Console di Trenggalek Kian Berkembang, Turnamen Lokal Jadi Ajang Lahirkan Talenta Baru

Senin, 11 Mei 2026 - 18:05 WIB

Pengawasan Diperketat, Hewan Kurban di Pasar Hewan Trenggalek Dipastikan Sehat

Kamis, 30 April 2026 - 16:08 WIB

Jagongan dengan Kades Trenggalek, Wapres Gibran: Terima Kasih Masukannya

Kamis, 30 April 2026 - 14:08 WIB

Gibran ke Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Krusial

Rabu, 29 April 2026 - 20:00 WIB

Pengamanan Kunjungan Wapres ke Trenggalek, Ratusan Personel Gabungan Disiagakan

Berita Terbaru

Suasana pertemuan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dengan perwakilan Kepala Desa di area Bendungan Bagong, Kecamatan Bendungan, Trenggalek, Rabu (30/4/2026).

Berita

Gibran ke Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Krusial

Kamis, 30 Apr 2026 - 14:08 WIB