Sumur Keruh Warga Prambon Menyimpan Bahaya, Dinkes Trenggalek Temukan Bakteri E-Coli

Kamis, 30 Oktober 2025 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Supriyanto selaku Kepala Dusun Krajan menunjukkan sample air keruh milik warga Desa Prambon.

Supriyanto selaku Kepala Dusun Krajan menunjukkan sample air keruh milik warga Desa Prambon.

RagamWarta.com – Air sumur warga Dusun Krajan, Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, ternyata menyimpan bahaya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana atau disingkat Dinkes Trenggalek, ditemukan adanya kandungan bakteri E-Coli dan tingkat kekeruhan yang sangat tinggi.

Kepala Dinkes Dalduk KB Trenggalek, Sunarto menjelaskan bahwa kondisi air sumur keruh di Prambon sebenarnya sudah berlangsung lama, namun baru menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial.

Menyikapi hal tersebut, Sunarto telah menurunkan tim dari Puskesmas Tugu untuk mengambil sampel dari dua titik sumur warga.

Dan hasil pemeriksaan menunjukkan tingkat kekeruhan air mencapai 224 NTU, jauh melampaui batas aman maksimal yakni 25 NTU.

“Tingkat kekeruhannya mencapai 224 NTU, padahal standar maksimal seharusnya di bawah 25. Ini artinya jauh di atas ambang batas aman,” terang Sunarto saat dikonfirmasi, Rabu (29/10/2025).

Selain kekeruhan, tim kesehatan dari Puskesmas Tugu juga menemukan satu titik sumur yang positif mengandung bakteri E-Coli, sedangkan satu titik lainnya masih tergolong aman.

“Untuk suhu air sekitar 27 derajat Celcius dan kadar logam mangan hasilnya nol, artinya masih sesuai standar,” tambahnya.

Meski kandungan logam tidak bermasalah, Dinkes tetap tidak merekomendasikan air tersebut dikonsumsi langsung. Menurut Sunarto, warna air yang keruh menandakan adanya partikel atau bahan terlarut di dalamnya.

“Kalau berwarna, berarti ada sesuatu di dalamnya. Kalau terpaksa digunakan untuk minum atau memasak, air perlu diendapkan terlebih dahulu sebelum direbus, lalu diambil bagian atasnya sedikit demi sedikit,” pesannya.

Sunarto juga menjelaskan, kelayakan air minum ditentukan oleh banyak faktor seperti kekeruhan, warna, rasa, bau, dan kandungan logam berat.

Namun untuk sementara, Dinkes Trenggalek baru bisa menguji empat parameter utama: kekeruhan, suhu, E-Coli, dan mangan.

Temuan ini menjadi pengingat pentingnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat pedesaan. Dinkes berkomitmen melanjutkan pemeriksaan lanjutan agar potensi risiko kesehatan bisa diminimalkan.

“Fokus kami saat ini memastikan masyarakat bisa mendapatkan air bersih. Ke depan, kami akan mencari peluang agar pemeriksaan kualitas air bisa dilakukan lebih lengkap,” tutup Sunarto.

 

Berita Terkait

Fortuner Tertimpa Batu di Trenggalek-Ponorogo Km 16, Jalur Ditutup Total Sementara
Balita di Banaran Tenggelam di Kubangan Galian C, Diduga Terpeleset Saat Bermain
Pelaku Arisan Bodong Trenggalek Ditangkap, Sempat Kabur ke Timor Leste
Pembersihan Sedimen Jembatan Ngasinan, Mumpung Cuaca Cerah
Basarnas Trenggalek Evakuasi Nelayan, Terapung 4 Jam di Laut Ditemukan Selamat di Teluk Prigi
Lansia Ponorogo Hilang Ditemukan Meninggal di Hutan Trenggalek, Diduga Kelaparan dan Hipotermia
Kapal Nelayan Karam di Trenggalek, 5 Kru KM Natasya Bertahan Belasan Jam di Laut
Setelah Dua Hari Pencarian, Pemancing Hilang di Bendungan Tugu Trenggalek Ditemukan Meninggal

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:12 WIB

Fortuner Tertimpa Batu di Trenggalek-Ponorogo Km 16, Jalur Ditutup Total Sementara

Selasa, 14 April 2026 - 18:06 WIB

Balita di Banaran Tenggelam di Kubangan Galian C, Diduga Terpeleset Saat Bermain

Kamis, 2 April 2026 - 16:08 WIB

Pelaku Arisan Bodong Trenggalek Ditangkap, Sempat Kabur ke Timor Leste

Rabu, 1 April 2026 - 19:08 WIB

Pembersihan Sedimen Jembatan Ngasinan, Mumpung Cuaca Cerah

Senin, 30 Maret 2026 - 18:27 WIB

Basarnas Trenggalek Evakuasi Nelayan, Terapung 4 Jam di Laut Ditemukan Selamat di Teluk Prigi

Berita Terbaru