RagamWarta.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, pada Sabtu malam (1/11/2025), memicu tanah longsor di RT 21/RW 08, Dusun Banaran, Desa Depok.
Akibatnya, satu rumah yang ditempati oleh Sarip (60), tertimbun material longsoran. Dua orang meninggal dalam kejadian ini, satu orang ditemukan luka-luka sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian.
Peristiwa bermula saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Bendungan sejak siang hingga malam hari.
Naasnya, sekitar pukul 21.00 WIB tebing setinggi 30 meter di belakang rumah korban tiba-tiba longsor dan menimpa bangunan yang dihuni lima anggota keluarga.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stevanus Triadi Atmono mengatakan bahwa tim gabungan langsung diterjunkan begitu laporan diterima.
“Begitu mendapat laporan, kami bersama Basarnas, TNI, Polri, dan perangkat desa segera menuju lokasi. Medan cukup sulit dan sempat terjadi pergerakan tanah yang membahayakan tim,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).
Dari hasil evakuasi sementara, dua korban ditemukan meninggal dunia, yakni Sarip (60) dan Welas (57). Satu korban, Wijianto (37), berhasil selamat meski mengalami luka-luka.
Sementara dua anak korban yaitu Fajar Puji Wibowo (19) dan Rohman (15), masih belum ditemukan karena diduga tertimbun material longsoran.
“Pencarian sementara kami hentikan karena faktor keamanan. Ada pergerakan tanah di sekitar lokasi yang bisa membahayakan petugas. Upaya evakuasi akan dilanjutkan setelah kondisi dinilai aman,” jelas Triadi.
Dalam kesempatan ini, Triadi juga mengimbau kepada warga Trenggalek yang tinggal di daerah rawan longsor agar tetap waspada, pasalnya belakangan ini sudah masuk musim penghujan.
“Kami minta warga segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan di sekitar rumahnya. BPBD Trenggalek bersama relawan terus siaga di wilayah rawan,” tambahnya.
Perlu diketahui, rumah korban berukuran 10 x 8 meter dilaporkan roboh dan tertimbun tanah. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp250 juta.
Saat ini, proses pencarian terhadap dua korban yang masih tertimbun dilanjutkan secara bergiliran menggunakan alat seadanya melibatkan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan setempat.






