RagamWarta.com – Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 70 miliar yang diajukan Pemerintah Kabupaten Trenggalek akhirnya mendapat persetujuan DPRD.
Dana pinjaman tersebut akan dibagi ke tiga sektor prioritas yang dinilai mampu mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan pendapatan daerah pada 2026. Bahkan sebagian besar diarahkan untuk memperkuat infrastruktur.
Pertama, sektor yang paling banyak mendapatkan jatah dan pinjaman adalah infrastruktur jalan. Sektor ini dapat porsi paling banyak karena banyak ruas jalan yang selama ini membutuhkan penanganan cepat.
Kedua, dana pinjaman PEN akan diproyeksikan untuk mendorong pengembangan destinasi wisata demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dan ketiga, diarahkan untuk pengembangan konsep kota atraktif sebagai bagian dari rencana jangka panjang Trenggalek yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Trenggalek 2025-2029.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi menegaskan bahwa persetujuan ini telah melalui pembahasan bersama seluruh anggota dewan.
“Pinjaman PEN sebesar Rp 70 miliar sudah kami setujui dan akan dibagi untuk tiga sektor: infrastruktur, peningkatan pariwisata untuk mendongkrak PAD, serta pengembangan kota atraktif,” ujarnya usai memimpin rapat paripurna, Jumat (14/11/2025).
Menurut Doding, pemerintah daerah telah menyiapkan skema pengembalian pinjaman beserta beban bunganya.
“Harapannya, anggaran ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bunganya sekitar Rp 9 miliar, dan kami optimis bisa tertutup dari peningkatan pendapatan daerah,” tuturnya.
Politisi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini juga menambahkan bahwa porsi terbesar pinjaman akan diarahkan ke pembangunan fisik.
“Kurang lebih separuh anggaran dipakai untuk infrastruktur. Konsepnya sudah jelas, dan kami sepakat mendukung langkah pemerintah daerah,” ungkapnya.
Pada sektor pariwisata, sejumlah lokasi juga telah ditetapkan menjadi prioritas peningkatan fasilitas dan daya tarik. Beberapa di antaranya Pantai Prigi, Pantai Simbaronce, Goa Lawa, Dilem Wilis, serta spot baru Tumpak Teleng di jalur lintas selatan (JLS).
“Semoga rencana ini berjalan sesuai target dan bisa menambah PAD,” tutup Doding.






