RagamWarta.com – HUT ke-25 Demokrat di Trenggalek diisi dengan kegiatan yang menyasar pengembangan potensi generasi muda melalui turnamen esports.
Kompetisi tersebut dirancang tidak sekadar untuk memperebutkan juara, tetapi juga menjadi ruang bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mendorong regenerasi atlet esports.
Sebanyak 18 tim atau sekitar 90 peserta ambil bagian dalam turnamen tersebut. Peserta berasal dari Trenggalek dan sebagian lainnya dari Tulungagung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan turnamen adalah pembatasan usia peserta.
Panitia menetapkan peserta maksimal berusia 22 tahun sebagai bagian dari upaya memberikan ruang kompetisi kepada pemain-pemain muda.
Pelaksana kegiatan sekaligus bagian dari komunitas esports Trenggalek, Wildan Bisri mengatakan konsep ini disepakati setelah panitia berkoordinasi dengan pengurus DPC Partai Demokrat Trenggalek, termasuk terkait upaya mendukung regenerasi atlet.
“Dari kami selaku panitia pelaksana berkoordinasi dengan salah satu pengurus Demokrat. Demokrat sendiri juga turut serta dalam mendukung regenerasi atlet. Maka dari itu, kita sepakati bersama untuk kegiatan ini peserta dibatasi pada usia maksimal 22 tahun,” jelas Wildan.
Menurut Wildan, pembatasan tersebut bukan semata-mata untuk membatasi peserta, melainkan memberikan kesempatan kepada atlet muda agar berkembang dan memiliki pengalaman dalam kompetisi.
“Karena kita juga ingin punya regenerasi e-sports di Trenggalek. Harapan kita dapat punya bibit unggul untuk persiapan di Porprov tahun depan,” lanjutnya.
HUT Demokrat di Trenggalek Jadi Ruang Pengembangan Atlet Muda
Dukungan terhadap pengembangan atlet muda juga menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut digelar dalam rangkaian HUT ke-25 Demokrat.
Turnamen diharapkan dapat menjadi salah satu ruang bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun mental bertanding.
Pengurus DPC Partai Demokrat Trenggalek, Iqmal Eaby, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mencari pemenang.
Lebih dari itu, kompetisi diharapkan memberikan pengalaman yang dapat menjadi bekal bagi para atlet muda ketika mengikuti kompetisi berikutnya.
“Kita memberikan ruang dan kesempatan untuk para atlet generasi muda yang bertanding agar mereka bertambah pengalaman. Besar harapannya agar para atlet-atlet muda e-sports memiliki bekal yang cukup untuk memenangkan kompetisi-kompetisi dan mengharumkan Kabupaten Trenggalek terkhusus,” ujar Iqmal.
Dari hasil kompetisi, potensi tim lokal juga terlihat dari komposisi tiga besar. Juara pertama diraih Fighter Corporation, juara kedua Nara, sedangkan juara ketiga Fighter Sport Apparel. Ketiganya merupakan tim asal Kabupaten Trenggalek.
Hasil tersebut menunjukkan adanya pemain dan tim lokal yang mampu bersaing dalam kompetisi tersebut. Potensi itu selanjutnya dapat dikembangkan melalui lebih banyak ruang kompetisi dan pembinaan bagi atlet muda.
Iqmal mengatakan dukungan terhadap generasi muda untuk mengembangkan potensi dan prestasi di bidang esports diharapkan dapat terus berlanjut.
“Untuk mendukung generasi muda mengembangkan potensi prestasi, insyaallah akan kita selenggarakan lagi,” pungkasnya.






