Pesilat Trenggalek Ukir Prestasi Internasional, Bawa Pulang 5 Medali

Jumat, 25 September 2026 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Empat pesilat Satria Dirandra Perisai Diri Trenggalek berhasil meraih 3 medali emas dan 2 perak dalam International Indonesian Open Pencak Silat Championship 2026 di Jakarta.

Empat pesilat Satria Dirandra Perisai Diri Trenggalek berhasil meraih 3 medali emas dan 2 perak dalam International Indonesian Open Pencak Silat Championship 2026 di Jakarta.

RagamWarta.com – Prestasi membanggakan datang dari dunia pencak silat Trenggalek. Empat pesilat Satria Dirandra Perisai Diri Trenggalek berhasil membawa pulang 5 medali, terdiri dari 3 emas dan 2 perak, setelah tampil dalam 4th International Indonesian Open Pencak Silat Championship 2026 di Jakarta.

 

Menariknya, keberhasilan tersebut diraih dengan persiapan yang relatif singkat. Para atlet hanya memiliki waktu sekitar 2 minggu untuk mempersiapkan diri sebelum turun dalam kompetisi yang berlangsung pada 14–21 September 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kejuaraan internasional itu digelar di Taman Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Pesertanya tidak hanya berasal dari berbagai perguruan pencak silat di Indonesia, tetapi juga sejumlah klub dari luar negeri.

 

Manager Official Satria Dirandra Trenggalek, Reny Mintarti, menyebut persaingan dalam kejuaraan tersebut cukup luas karena mempertemukan atlet dari dalam dan luar negeri.

 

“Pesertanya cukup banyak dan berasal dari berbagai perguruan serta klub di Indonesia. Ada juga peserta dari luar negeri, di antaranya Malaysia, Spanyol, dan Thailand,” ujar Reny.

 

Empat Atlet, Lima Nomor Pertandingan

 

Satria Dirandra Trenggalek menurunkan 4 atlet dalam 5 kategori pertandingan. Keempatnya yakni Aisya Madina Maheswari (16), Hafidzah Aulia Putri (13), Ammar Bahir Arkana (13), dan Nadhifin Agna Al Hilmiy (15).

 

Dari 5 kategori tersebut, 3 merupakan nomor tanding, sedangkan 2 lainnya adalah kategori seni. Performa para atlet menghasilkan 3 medali emas dan 2 medali perak.

 

Hafidzah Aulia Putri menjadi salah satu atlet yang tampil paling produktif. Ia mengikuti 2 nomor sekaligus dan sukses mengamankan medali emas pada keduanya.

 

“Untuk Hafidzah memang turun di dua nomor, yaitu tanding dan seni. Alhamdulillah keduanya bisa mendapatkan emas,” kata Reny.

 

Medali emas lainnya diraih Aisya Madina Maheswari. Atlet berusia 16 tahun tersebut menjadi juara pada nomor tanding kelas remaja kategori B.

 

Sementara itu, dua medali perak masing-masing dipersembahkan Nadhifin Agna Al Hilmiy pada kelas pra-remaja kategori E dan Ammar Bahir Arkana melalui nomor seni tunggal pra-remaja putra.

 

Persiapan Hanya Dua Minggu

 

Reny menilai hasil yang diraih para atlet cukup mengejutkan mengingat waktu persiapan yang tersedia sangat terbatas. Keikutsertaan dalam kejuaraan tersebut juga dilakukan secara swadaya.

 

Menurutnya, keputusan mengirim atlet diambil setelah kesempatan mengikuti International Open tersebut tersedia dengan waktu pendaftaran yang tidak panjang.

 

“Persiapannya memang sangat singkat, kurang lebih hanya dua minggu. Jadi kami berangkat dengan persiapan yang ada dan tentu dengan modal bismillah,” ungkap Reny.

 

Ia menyebut hasil tersebut menjadi pencapaian penting karena para atlet Satria Dirandra baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi dengan level International Open.

 

“Kalau untuk mengikuti kejuaraan, anak-anak sudah cukup sering. Tetapi untuk International Open, ini menjadi pengalaman pertama bagi kami,” jelasnya.

 

Pengalaman tersebut dinilai penting untuk menambah jam terbang para pesilat. Selama ini, sebagian besar pertandingan yang diikuti para atlet masih berada pada level lokal hingga nasional.

 

Target Tambah Jam Terbang

 

Reny berharap pengalaman di Jakarta tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian, tetapi menjadi motivasi bagi para atlet untuk meningkatkan kualitas latihan dan keberanian menghadapi kompetisi dengan tingkat persaingan lebih tinggi.

 

“Harapannya tentu anak-anak semakin berkembang dan kemampuan mereka terus meningkat. Jangan hanya berkompetisi di tingkat lokal, tetapi mulai berani naik ke level yang lebih tinggi,” tuturnya.

 

Ia bahkan membuka peluang bagi para atlet untuk kembali mengikuti kejuaraan internasional apabila terdapat kesempatan dan kesiapan yang memadai.

 

“Kalau ada kesempatan, kami ingin terus mencoba event internasional. Mudah-mudahan nantinya bisa sampai go international dan membawa nama Trenggalek lebih jauh,” lanjut Reny.

 

Latihan Disesuaikan dengan Status Pelajar

 

Di luar masa persiapan pertandingan, latihan para atlet Satria Dirandra biasanya dilaksanakan 2 kali dalam sepekan. Intensitas tersebut meningkat ketika mereka akan menghadapi kejuaraan.

 

Latihan dapat dilakukan setiap hari agar atlet memiliki persiapan yang lebih matang. Namun, pengaturan jadwal tidak selalu mudah karena seluruh atlet masih duduk di bangku sekolah.

 

“Kendala utamanya memang membagi waktu. Mereka masih sekolah, sehingga waktu untuk latihan harus disesuaikan dengan kegiatan belajar. Keduanya harus tetap berjalan,” terang Reny.

 

Selain latihan, dukungan orang tua juga menjadi bagian penting dalam keikutsertaan mereka di kejuaraan Jakarta. Keberangkatan dilakukan secara swadaya, namun keluarga memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pertandingan.

 

Ke depan, Satria Dirandra Trenggalek akan mengarahkan atlet untuk semakin sering mengikuti kompetisi yang memiliki level lebih tinggi. Kejuaraan dalam jenjang pembinaan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) juga menjadi salah satu sasaran untuk menambah pengalaman.

 

Langkah tersebut diharapkan membuat para pesilat semakin terbiasa menghadapi lawan dengan karakter dan tingkat kemampuan yang beragam. Dengan bertambahnya jam terbang, kemampuan atlet diharapkan terus berkembang dan membuka peluang untuk tampil di kompetisi yang lebih tinggi.

Berita Terkait

IBCA MMA Trenggalek Sukses Raih 10 Medali di Kejurprov Jatim
Guru PPG Prajab Belum Terdata Dapodik, DPRD Trenggalek Bantu Tagih Janji Kementerian
Warung Kopi hingga Gaming Center, Ekosistem Esports Trenggalek Makin Terbuka
Dispora Cup Mini Soccer Trenggalek 2026 Diikuti 36 Tim, Mas Ipin Bertanding
Satlantas Polres Trenggalek Bekali Ojol Safety Riding hingga Cek Kesehatan Gratis
Pameran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 Angkat Jejak Pengrajin dan Seni Jaranan Trenggalek
FJTT 2026 Masuk KEN, Kesenian Jaranan Trenggalek Makin Dikenal
Deputi Kemenpar Buka FJTT, Sebut Jaranan Jadi Identitas Khas Trenggalek

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 20:06 WIB

Pesilat Trenggalek Ukir Prestasi Internasional, Bawa Pulang 5 Medali

Kamis, 24 September 2026 - 17:52 WIB

IBCA MMA Trenggalek Sukses Raih 10 Medali di Kejurprov Jatim

Kamis, 24 September 2026 - 15:05 WIB

Guru PPG Prajab Belum Terdata Dapodik, DPRD Trenggalek Bantu Tagih Janji Kementerian

Rabu, 23 September 2026 - 19:13 WIB

Warung Kopi hingga Gaming Center, Ekosistem Esports Trenggalek Makin Terbuka

Rabu, 23 September 2026 - 12:38 WIB

Dispora Cup Mini Soccer Trenggalek 2026 Diikuti 36 Tim, Mas Ipin Bertanding

Berita Terbaru