RagamWarta.com – Hujan di Trenggalek dalam tiga hari terakhir ternyata hasil operasi modifikasi cuaca di wilayah Jawa Timur.
Modifikasi cuaca tersebut diklaim sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengurangi dampak kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu upaya yang diarahkan untuk mengantisipasi potensi karhutla.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dijelaskan Triadi, pembahasan mengenai penanganan karhutla dan kekeringan menjadi salah satu agenda dalam pertemuan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan para kepala BPBD serta bupati dan wali kota di Jawa Timur.
Dalam pertemuan tersebut, terdapat sejumlah arahan terkait upaya mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan, salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca.
“BNPB, BMKG, dan Pemprov Jawa Timur melaksanakan operasi modifikasi cuaca. Dalam beberapa hari terakhir, hujan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Trenggalek,” ujar Triadi.
BNPB Kerahkan Pesawat Modifikasi Cuaca di Jawa Timur
BNPB mengonfirmasi pengerahan dukungan udara untuk membantu penanganan karhutla di Jawa Timur.
Dalam pemberitaan resmi BNPB pada 23 Oktober 2026, Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi disebut menambah satu helikopter water bombing dan satu pesawat Operasi Modifikasi Cuaca untuk memperkuat penanganan karhutla di wilayah tersebut.
Mengutip keterangan Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan bahwa pesawat Cessna Caravan melaksanakan satu sorti penerbangan pada Sabtu (24/10/2026).
Pesawat tersebut membawa 1.000 kilogram natrium klorida (NaCl) atau garam sebagai bahan semai.
Penerbangan berlangsung pukul 14.45 hingga 16.45 WIB, dengan penyemaian di wilayah udara Probolinggo, Pasuruan, dan sekitarnya.






