RagamWarta.com – Air sumur warga Dusun Krajan, Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, ternyata menyimpan bahaya.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana atau disingkat Dinkes Trenggalek, ditemukan adanya kandungan bakteri E-Coli dan tingkat kekeruhan yang sangat tinggi.
Kepala Dinkes Dalduk KB Trenggalek, Sunarto menjelaskan bahwa kondisi air sumur keruh di Prambon sebenarnya sudah berlangsung lama, namun baru menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial.
Menyikapi hal tersebut, Sunarto telah menurunkan tim dari Puskesmas Tugu untuk mengambil sampel dari dua titik sumur warga.
Dan hasil pemeriksaan menunjukkan tingkat kekeruhan air mencapai 224 NTU, jauh melampaui batas aman maksimal yakni 25 NTU.
“Tingkat kekeruhannya mencapai 224 NTU, padahal standar maksimal seharusnya di bawah 25. Ini artinya jauh di atas ambang batas aman,” terang Sunarto saat dikonfirmasi, Rabu (29/10/2025).
Selain kekeruhan, tim kesehatan dari Puskesmas Tugu juga menemukan satu titik sumur yang positif mengandung bakteri E-Coli, sedangkan satu titik lainnya masih tergolong aman.
“Untuk suhu air sekitar 27 derajat Celcius dan kadar logam mangan hasilnya nol, artinya masih sesuai standar,” tambahnya.
Meski kandungan logam tidak bermasalah, Dinkes tetap tidak merekomendasikan air tersebut dikonsumsi langsung. Menurut Sunarto, warna air yang keruh menandakan adanya partikel atau bahan terlarut di dalamnya.
“Kalau berwarna, berarti ada sesuatu di dalamnya. Kalau terpaksa digunakan untuk minum atau memasak, air perlu diendapkan terlebih dahulu sebelum direbus, lalu diambil bagian atasnya sedikit demi sedikit,” pesannya.
Sunarto juga menjelaskan, kelayakan air minum ditentukan oleh banyak faktor seperti kekeruhan, warna, rasa, bau, dan kandungan logam berat.
Namun untuk sementara, Dinkes Trenggalek baru bisa menguji empat parameter utama: kekeruhan, suhu, E-Coli, dan mangan.
Temuan ini menjadi pengingat pentingnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat pedesaan. Dinkes berkomitmen melanjutkan pemeriksaan lanjutan agar potensi risiko kesehatan bisa diminimalkan.
“Fokus kami saat ini memastikan masyarakat bisa mendapatkan air bersih. Ke depan, kami akan mencari peluang agar pemeriksaan kualitas air bisa dilakukan lebih lengkap,” tutup Sunarto.






