BPBD Trenggalek Perkuat Mitigasi Akhir 2025 dengan EWS dan CCTV Bersirine

Rabu, 10 Desember 2025 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPBD Trenggalek pasang Sistem Peringatan Dini (EWS) di Desa Depok, Kecamatan Bendungan. (Foto: BPBD Trenggalek)

BPBD Trenggalek pasang Sistem Peringatan Dini (EWS) di Desa Depok, Kecamatan Bendungan. (Foto: BPBD Trenggalek)

RagamWarta.com – Perkuat kesiapsiagaan hadapi potensi cuaca ekstrem akhir 2025, BPBD Trenggalek pasang Sistem Peringatan Dini (EWS) dan kamera pengawas (CCTV) bersirine di sejumlah titik rawan banjir serta longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Stefanus Triadi Atmono mengatakan, berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Trenggalek berpotensi diguyur hujan intensitas sedang hingga tinggi pada Desember.

“Kondisi ini meningkatkan risiko bencana pada seluruh kecamatan di Trenggalek,” kata Triadi, Selasa (9/12/2025).

Untuk memaksimalkan pemantauan lapangan, BPBD Trenggalek memasang lima EWS di kawasan rawan longsor dan menggandeng Dinas Kominfo untuk menyiapkan CCTV bersirine. 

Peralatan ini digunakan untuk memonitor kenaikan debit sungai secara real time sekaligus memberikan peringatan cepat kepada masyarakat.

Pemasangan sistem berbasis teknologi tersebut menjadi langkah mitigasi utama di tengah tren peningkatan kejadian hidrometeorologi. 

Selain itu, BPBD juga melakukan perampingan pohon di ruas-ruas jalan yang dinilai membahayakan pengguna jalan saat hujan deras.

Di sisi pemberdayaan masyarakat, pemerintah daerah telah membentuk kecamatan tangguh bencana serta desa tangguh bencana (Destana). Edukasi mitigasi melalui Program Sekolah Aman Bencana (SPAB) terus berjalan.

“Setiap minggu kami turun ke sekolah untuk melatih siswa dan guru agar siap siaga jika terjadi bencana,” ujar Triadi.

Saat ini terdapat 107 tim reaksi cepat (TRC) penanggulangan bencana dan forum pengurangan risiko bencana yang aktif di seluruh desa. 

Mereka dilengkapi peta rawan bencana sebagai panduan mitigasi serta penanganan awal ketika kejadian alam terjadi.

“Setiap desa sudah memiliki peta rawan bencana sehingga dapat melakukan langkah mitigasi dan pengurangan risiko dengan cepat,” pungkas Triadi.

Berita Terkait

Persiapan Angkutan Pelajar Trenggalek Dirombak, Awali dengan Survei Peminatan
GMNI Trenggalek Datangi Kantor Dewan, Tuntut Revisi UU TNI dan Perpol 2025
SPPG Trenggalek Banyak Terkendala Perizinan, UMKM Ikut Terdampak
Tumpas Knalpot Brong, Satlantas Trenggalek Suruh Kembalikan Motor ke Setelan Pabrik
LPS ke Trenggalek, Ingatkan UMKM Pentingnya Manajemen Keuangan dan Bahaya Investasi Ilegal
Truk untuk KDKMP Trenggalek Disalurkan, Berikut 14 Desa Penerimanya
Rapor SPPG Segera Diterapkan, Pemkab Trenggalek Siapkan Sistem Penilaian Kualitas MBG
MBG Menu Basah Diterapkan, Menu Kering dan Rapel Tak Lagi Diperbolehkan

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 16:09 WIB

Persiapan Angkutan Pelajar Trenggalek Dirombak, Awali dengan Survei Peminatan

Selasa, 14 April 2026 - 17:03 WIB

GMNI Trenggalek Datangi Kantor Dewan, Tuntut Revisi UU TNI dan Perpol 2025

Senin, 13 April 2026 - 17:05 WIB

SPPG Trenggalek Banyak Terkendala Perizinan, UMKM Ikut Terdampak

Rabu, 8 April 2026 - 15:04 WIB

LPS ke Trenggalek, Ingatkan UMKM Pentingnya Manajemen Keuangan dan Bahaya Investasi Ilegal

Selasa, 7 April 2026 - 18:06 WIB

Truk untuk KDKMP Trenggalek Disalurkan, Berikut 14 Desa Penerimanya

Berita Terbaru