RagamWarta.com – Perkuat kesiapsiagaan hadapi potensi cuaca ekstrem akhir 2025, BPBD Trenggalek pasang Sistem Peringatan Dini (EWS) dan kamera pengawas (CCTV) bersirine di sejumlah titik rawan banjir serta longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Stefanus Triadi Atmono mengatakan, berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Trenggalek berpotensi diguyur hujan intensitas sedang hingga tinggi pada Desember.
“Kondisi ini meningkatkan risiko bencana pada seluruh kecamatan di Trenggalek,” kata Triadi, Selasa (9/12/2025).
Untuk memaksimalkan pemantauan lapangan, BPBD Trenggalek memasang lima EWS di kawasan rawan longsor dan menggandeng Dinas Kominfo untuk menyiapkan CCTV bersirine.
Peralatan ini digunakan untuk memonitor kenaikan debit sungai secara real time sekaligus memberikan peringatan cepat kepada masyarakat.
Pemasangan sistem berbasis teknologi tersebut menjadi langkah mitigasi utama di tengah tren peningkatan kejadian hidrometeorologi.
Selain itu, BPBD juga melakukan perampingan pohon di ruas-ruas jalan yang dinilai membahayakan pengguna jalan saat hujan deras.
Di sisi pemberdayaan masyarakat, pemerintah daerah telah membentuk kecamatan tangguh bencana serta desa tangguh bencana (Destana). Edukasi mitigasi melalui Program Sekolah Aman Bencana (SPAB) terus berjalan.
“Setiap minggu kami turun ke sekolah untuk melatih siswa dan guru agar siap siaga jika terjadi bencana,” ujar Triadi.
Saat ini terdapat 107 tim reaksi cepat (TRC) penanggulangan bencana dan forum pengurangan risiko bencana yang aktif di seluruh desa.
Mereka dilengkapi peta rawan bencana sebagai panduan mitigasi serta penanganan awal ketika kejadian alam terjadi.
“Setiap desa sudah memiliki peta rawan bencana sehingga dapat melakukan langkah mitigasi dan pengurangan risiko dengan cepat,” pungkas Triadi.






