LPS ke Trenggalek, Ingatkan UMKM Pentingnya Manajemen Keuangan dan Bahaya Investasi Ilegal

Rabu, 8 April 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan LPS II Surabaya tengah jadi pemateri dalam kegiatan edukasi dan literasi keuangan, Rabu (8/4/2026).

Perwakilan LPS II Surabaya tengah jadi pemateri dalam kegiatan edukasi dan literasi keuangan, Rabu (8/4/2026).

RagamWarta.com – Lembaga Penjamin Simpanan atau disingkat LPS ke Trenggalek. Mereka memberikan edukasi kepada pelaku UMKM Trenggalek agar senantiasa menjaga manajemen keuangan usaha.

Kegiatan literasi ini menyoroti masih banyaknya pelaku usaha yang belum optimal dalam mengelola keuangan, bahkan rentan terjebak investasi ilegal.

Perwakilan Kepala Kantor LPS II Surabaya, Bambang Samsul Hidayat, menjelaskan bahwa materi yang disampaikan tidak hanya mengenalkan peran LPS, tetapi juga memperkuat pemahaman pelaku UMKM dalam mengelola keuangan secara sehat.

“Kami Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jadi materi yang kami sampaikan lebih kepada pengenalan apa itu LPS, sekaligus menambahkan informasi tentang pengelolaan keuangan,” ujar Bambang di RM. Mekar Sari Trenggalek, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, UMKM merupakan pilar penting perekonomian, namun masih kerap menghadapi persoalan mendasar dalam pengelolaan keuangan. Padahal, kemampuan tersebut menjadi kunci untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Kami ketemu dengan teman-teman UMKM yang menjadi pilar ekonomi penting, selama ini mungkin mengalami sedikit permasalahan soal pengelolaan keuangan, jadi materi kami seputar itu,” lanjutnya.

Bambang menambahkan, pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya berdampak pada usaha masing-masing, tetapi juga memengaruhi pergerakan ekonomi secara luas. Ia menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan.

“Pada saat LPS hadir, tujuan kami meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada dunia perbankan dan sistem keuangan,” katanya.

“Demikian juga perbankan memiliki dana untuk disalurkan, fungsi intermediasi itu berjalan dan diberikan kepada sektor produktif, maka siklus ekonomi juga akan mengikuti,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, LPS juga menyoroti masih rendahnya literasi masyarakat terkait investasi yang aman. Berdasarkan temuan di lapangan, tidak hanya mahasiswa, pelaku UMKM juga rentan terhadap tawaran investasi ilegal.

“Di dunia UMKM kami punya keyakinan, karena kami keliling di banyak tempat, ternyata banyak bukti orang yang belum paham soal investasi yang baik dan bijak,” jelas Bambang.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Trenggalek, Saniran, mengapresiasi kegiatan literasi keuangan yang digelar LPS. Ia menilai edukasi tersebut melengkapi program pembinaan yang selama ini telah dilakukan pemerintah daerah.

“Kami ucapkan terima kasih kepada LPS atas edukasi dan literasi keuangan ini. Kami hanya menambahkan dan menguatkan, karena sebelumnya kami juga sering melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM terkait digitalisasi, manajemen, dan pemasaran,” ujarnya.

Saniran juga mengingatkan pentingnya legalitas usaha agar UMKM dapat berkembang dan naik kelas.

“Kami selalu menghimbau kepada mereka untuk mengurus standarisasi legalisasi, mulai PIRT, halal, NIB, SNI, hingga HAKI, supaya mereka bisa naik kelas,” katanya.

Ketua Asosiasi UMKM Trenggalek, Muhammad Sulhan, menilai kegiatan ini memberikan manfaat langsung, terutama dalam hal pencatatan keuangan dan akses permodalan.

“Dengan adanya kegiatan dari LPS, sangat bermanfaat untuk UMKM terkait dengan laporan keuangan dan permodalan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pelaku usaha agar lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan, khususnya saat berhadapan dengan investasi maupun pinjaman online.

“Tadi disampaikan soal pengelolaan keuangan wajib hati-hati, kemudian juga soal investasi, dan terkait dengan pinjaman online,” pungkasnya.

Berita Terkait

Persiapan Angkutan Pelajar Trenggalek Dirombak, Awali dengan Survei Peminatan
GMNI Trenggalek Datangi Kantor Dewan, Tuntut Revisi UU TNI dan Perpol 2025
SPPG Trenggalek Banyak Terkendala Perizinan, UMKM Ikut Terdampak
Tumpas Knalpot Brong, Satlantas Trenggalek Suruh Kembalikan Motor ke Setelan Pabrik
Truk untuk KDKMP Trenggalek Disalurkan, Berikut 14 Desa Penerimanya
Rapor SPPG Segera Diterapkan, Pemkab Trenggalek Siapkan Sistem Penilaian Kualitas MBG
MBG Menu Basah Diterapkan, Menu Kering dan Rapel Tak Lagi Diperbolehkan
Kunjungan Pantai Pelang Melonjak 30 Persen Saat Lebaran 2026

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 16:09 WIB

Persiapan Angkutan Pelajar Trenggalek Dirombak, Awali dengan Survei Peminatan

Selasa, 14 April 2026 - 17:03 WIB

GMNI Trenggalek Datangi Kantor Dewan, Tuntut Revisi UU TNI dan Perpol 2025

Senin, 13 April 2026 - 17:05 WIB

SPPG Trenggalek Banyak Terkendala Perizinan, UMKM Ikut Terdampak

Rabu, 8 April 2026 - 15:04 WIB

LPS ke Trenggalek, Ingatkan UMKM Pentingnya Manajemen Keuangan dan Bahaya Investasi Ilegal

Selasa, 7 April 2026 - 18:06 WIB

Truk untuk KDKMP Trenggalek Disalurkan, Berikut 14 Desa Penerimanya

Berita Terbaru