RagamWarta.com – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia atau disingkat KONI Trenggalek sisa masa bakti 2026-2028 resmi dilantik. Dalam kepengurusan ini, Doding Rahmadi ditetapkan sebagai Ketua Umum KONI Trenggalek.
Pelantikan tersebut menjadi titik awal arah baru pembinaan olahraga di Trenggalek. Selain melanjutkan kepengurusan sebelumnya, struktur organisasi juga diperkuat dengan penambahan sejumlah personel baru.
“Untuk pengurus ini sebagian merupakan perpanjangan dari yang lama, kemudian kita tambahkan beberapa orang untuk penguatan. Mudah-mudahan ke depan mampu mengemban perjalanan olahraga di Trenggalek,” ujar Doding Rahmadi usai pelantikan, Kamis (23/4/2025).
Klasifikasi Cabor Jadi Kunci Pembinaan
Dalam kepemimpinannya, Doding Rahmadi langsung memperkenalkan pola baru dalam pembinaan olahraga. KONI Trenggalek akan mengelompokkan 35 cabang olahraga (cabor) berdasarkan capaian prestasi.
Kategori tersebut meliputi cabor unggulan, cabor prestasi, dan cabor harapan. Cabor unggulan merupakan cabang yang telah meraih medali di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov),
Sementara cabor prestasi adalah cabang olahraga yang telah menunjukkan capaian di tingkat provinsi. Sedangkan untuk cabor harapan merupakan cabang baru yang sedang berkembang.
“Jadi kita membuat pola baru, manajemen cabor itu berbeda-beda. Ada cabor unggulan yang sudah dapat medali di Porprov, ada cabor prestasi, dan ada cabor harapan yang merupakan cabor baru,” jelasnya.
Tak hanya dalam pembinaan, klasifikasi ini juga akan berdampak langsung pada distribusi anggaran. Doding menegaskan, besaran dukungan dana akan disesuaikan dengan tingkat prestasi masing-masing cabor.
“Kalau untuk cabor unggulan, anggarannya pasti lebih besar. Untuk cabor prestasi dan harapan disesuaikan. Nanti kalau prestasinya naik, anggarannya juga ikut naik ke kategori berikutnya,” katanya.
Dorong Prestasi Lewat Skema Berjenjang
Dijelaskan Doding, sistem ini dirancang untuk menciptakan kompetisi sehat antar cabang olahraga sekaligus mendorong peningkatan prestasi secara bertahap.
Cabor yang mampu menunjukkan peningkatan akan mendapatkan dukungan lebih besar, baik dari sisi pembinaan maupun anggaran.
KONI juga menargetkan sinergi yang lebih kuat dengan masing-masing cabang olahraga, termasuk dalam pembinaan atlet di tingkat masyarakat.
“Dengan pola ini, kita ingin cabor bisa bersinergi dengan KONI dan bekerja di masyarakat untuk meningkatkan prestasi atlet kita,” tandasnya.






