RagamWarta.com – Kunjungan Gibran ke Trenggalek dimanfaatkan warga untuk menyampaikan lima aspirasi penting yang hingga kini masih menjadi persoalan di daerah, mulai dari infrastruktur hingga jaminan kesehatan.
Aspirasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Karangturi, Kecamatan Munjungan, Puryono saat Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau Bendungan Bagong.
Poin pertama yang disoroti adalah belum optimalnya manfaat Bendungan Tugu. Meski telah selesai dibangun beberapa tahun lalu, keberadaan bendungan tersebut dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi sektor pertanian.
“Dampak bendungan belum terasa karena belum ada aliran tersier yang bisa memperluas lahan pertanian,” ujar Puryono, Rabu (30/4/2026).
Selanjutnya, warga juga mengeluhkan pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang belum sepenuhnya tersambung di wilayah Trenggalek. Hingga kini masih terdapat sekitar 42 kilometer ruas jalan yang belum terselesaikan.
Padahal, jalur tersebut dinilai sangat penting sebagai pengungkit perekonomian masyarakat, khususnya di kawasan pesisir selatan.
Di sisi timur, pembangunan JLS telah mencapai Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo. Sementara di sisi barat masih berbatasan dengan Kabupaten Pacitan.
Adapun ruas yang belum tersambung meliputi jalur Watulimo-Munjungan hingga Munjungan-Panggul.
Aspirasi berikutnya berkaitan dengan kebutuhan penambahan program anggaran desa.
Menurut Puryono, saat ini alokasi anggaran desa banyak difokuskan pada program prioritas nasional, sehingga ruang pembangunan berbasis desa menjadi terbatas.
“Mohon adanya penambahan program anggaran ke desa, mengingat semangat pembangunan nasional berawal dari desa,” katanya.
Selain itu, percepatan pembebasan lahan untuk pembangunan Bendungan Bagong juga menjadi perhatian. Warga berharap proses pembebasan lahan, baik milik masyarakat maupun Perhutani, dapat segera diselesaikan agar proyek strategis tersebut tidak terhambat.
Terakhir, warga mengeluhkan penonaktifan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) secara massal yang dinilai berdampak langsung pada akses layanan kesehatan masyarakat.
“Mohon Pak Gibran tindak lanjutnya segera,” tegas Puryono.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Gibran menyampaikan apresiasi atas masukan dari masyarakat dan kepala desa. Ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi.
“Terima kasih atas masukannya. Banyak yang memberikan evaluasi terkait program-program pemerintah,” pungkas Gibran.






