RagamWarta.com – Kebakaran gudang rongsokan di Dusun Ngelo, Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, terbakar pada Kamis (17/9/2026) sore. Api pertama kali diketahui warga saat mulai membakar tumpukan barang bekas di dalam gudang.
Kebakaran gudang rongsokan di Sukorame Trenggalek tersebut menimbulkan kerugian material sekitar Rp50 juta. Namun, aset senilai kurang lebih Rp200 juta dilaporkan berhasil diselamatkan dalam penanganan kebakaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Plt Kepala Bidang Pencegahan, Penanggulangan Kebakaran dan Non Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran Kabupaten Trenggalek, Ahmad Samsuri, membenarkan kejadian tersebut.
“Gudang yang terbakar merupakan gudang barang bekas milik Arga Dzuafnani dengan ukuran sekitar 14 x 40 meter,” kata Ahmad Samsuri.
Kebakaran Gudang Rongsokan Diketahui Warga
Menurut laporan penanganan kebakaran, api diketahui sekitar pukul 16.15 WIB oleh Ulil, tetangga pemilik gudang. Saat itu, api sudah terlihat membakar sebagian tumpukan barang rongsokan.
Pemilik gudang bersama warga di sekitar lokasi kemudian berupaya melakukan pemadaman secara mandiri. Mereka juga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.
Laporan kebakaran diterima Mako Damkar Trenggalek pada pukul 16.17 WIB. Petugas kemudian berangkat dua menit setelah laporan diterima.
Armada pemadam tiba di lokasi pada pukul 16.35 WIB dan langsung melakukan penanganan. Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 16.36 WIB.
“Petugas langsung melakukan pemadaman setelah tiba di lokasi. Penanganan juga dilakukan bersama unsur terkait dan masyarakat sekitar,” ujar Ahmad.
Damkar Kerahkan 15 Personel dan 24 Ribu Liter Air
Sebanyak 15 anggota pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran gudang rongsokan tersebut.
Dalam operasi pemadaman, Damkar Trenggalek mengerahkan 2 unit mobil pompa pemadam kebakaran dan 1 unit mobil water supplier. Petugas menggunakan sekitar 24.000 liter air selama proses penanganan.
Selain personel Damkar, pemadaman melibatkan Polsek Gandusari, Koramil Gandusari, Tim Reaksi Cepat atau TRC BPBD Trenggalek, Tagana, serta masyarakat di sekitar lokasi.
Api berhasil dikendalikan hingga proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 17.45 WIB. Setelah memastikan peralatan lengkap dan kondisi lokasi aman, petugas meninggalkan lokasi sekitar pukul 18.00 WIB.
“Pemadaman selesai sekitar pukul 17.45 WIB. Setelah dilakukan pengecekan peralatan, petugas kemudian kembali ke Mako,” jelas Ahmad.
Petugas Damkar tiba kembali di Mako pada pukul 18.20 WIB. Dalam laporan tersebut, response time tercatat 18 menit, sedangkan lama penyelesaian penanganan mencapai 69 menit.
Limbah Korek Api Diduga Jadi Pemicu Kebakaran
Dari hasil penanganan di lokasi, kebakaran gudang rongsokan di Sukorame diduga berkaitan dengan limbah korek api yang terkena paparan panas matahari.
Limbah tersebut diduga mengalami pemuaian akibat panas. Kondisi itu kemudian memicu munculnya api yang menyambar tumpukan barang bekas di sekitarnya.
Ahmad menyebut faktor kelalaian menjadi dugaan penyebab dalam kejadian tersebut.
“Dugaan penyebabnya adalah kelalaian, yaitu pemuaian limbah korek api yang terkena paparan panas sinar matahari kemudian menimbulkan api dan menyambar barang bekas di sekitarnya,” ungkap Ahmad.
Meski api membakar sebagian tumpukan rongsokan, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.
Kerugian Kebakaran Gudang Rongsokan Rp50 Juta
Damkar Trenggalek mencatat kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Sementara itu, aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan bernilai sekitar Rp200 juta.
Penanganan yang relatif cepat dilakukan setelah laporan diterima membuat api dapat segera dikendalikan. Petugas juga melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Ahmad mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati menyimpan material yang mudah terbakar, termasuk limbah yang berpotensi bereaksi ketika terkena panas.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebut,” pungkas Ahmad.






