Hujan di Trenggalek Akhir Oktober ini Ternyata Hasil Modifikasi Cuaca

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Alun-alun Trenggalek diguyur hujan dari IST edited by Chat GPT

Foto Alun-alun Trenggalek diguyur hujan dari IST edited by Chat GPT

RagamWarta.com – Hujan di Trenggalek dalam tiga hari terakhir ternyata hasil operasi modifikasi cuaca di wilayah Jawa Timur.

Modifikasi cuaca tersebut diklaim sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengurangi dampak kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu upaya yang diarahkan untuk mengantisipasi potensi karhutla.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskan Triadi, pembahasan mengenai penanganan karhutla dan kekeringan menjadi salah satu agenda dalam pertemuan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan para kepala BPBD serta bupati dan wali kota di Jawa Timur.

Dalam pertemuan tersebut, terdapat sejumlah arahan terkait upaya mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan, salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca.

“BNPB, BMKG, dan Pemprov Jawa Timur melaksanakan operasi modifikasi cuaca. Dalam beberapa hari terakhir, hujan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Trenggalek,” ujar Triadi.

BNPB Kerahkan Pesawat Modifikasi Cuaca di Jawa Timur

BNPB mengonfirmasi pengerahan dukungan udara untuk membantu penanganan karhutla di Jawa Timur.

Dalam pemberitaan resmi BNPB pada 23 Oktober 2026, Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi disebut menambah satu helikopter water bombing dan satu pesawat Operasi Modifikasi Cuaca untuk memperkuat penanganan karhutla di wilayah tersebut.

Mengutip keterangan Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan bahwa pesawat Cessna Caravan melaksanakan satu sorti penerbangan pada Sabtu (24/10/2026).

Pesawat tersebut membawa 1.000 kilogram natrium klorida (NaCl) atau garam sebagai bahan semai.

Penerbangan berlangsung pukul 14.45 hingga 16.45 WIB, dengan penyemaian di wilayah udara Probolinggo, Pasuruan, dan sekitarnya.

Berita Terkait

Ahmad Zidny Mubarok Raih Juara 2 Panglima TNI Esports Championship 2026
KidsDash Trenggalek 2026 Sukses Lampaui Target, 70 Anak Ikuti Roadshow Perdana
Kebakaran Showroom Motor di Trenggalek: 43 Unit Ludes Terbakar, Kerugian Tembus Rp700 Juta!
DPRD Trenggalek Soroti Revitalisasi 4 Destinasi Wisata 2027, Ini Catatan Pentingnya
PAD Pariwisata Trenggalek Baru 68 Persen, DPRD Pertanyakan Target Rp9,2 Miliar
Baru Berdiri 1 Tahun, D’SON Futsal Academy Trenggalek Langsung Raih Juara
Pilkades Trenggalek 2027: Anggaran Rp 5 Miliar untuk 128 Desa, Jadwal Belum Pasti
Gejala Super Flu Mirip Influenza Biasa, Dinkes Trenggalek Jelaskan Cara Memastikannya

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Hujan di Trenggalek Akhir Oktober ini Ternyata Hasil Modifikasi Cuaca

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Ahmad Zidny Mubarok Raih Juara 2 Panglima TNI Esports Championship 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:32 WIB

KidsDash Trenggalek 2026 Sukses Lampaui Target, 70 Anak Ikuti Roadshow Perdana

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Kebakaran Showroom Motor di Trenggalek: 43 Unit Ludes Terbakar, Kerugian Tembus Rp700 Juta!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:25 WIB

DPRD Trenggalek Soroti Revitalisasi 4 Destinasi Wisata 2027, Ini Catatan Pentingnya

Berita Terbaru