TRENGGGALEK – Para guru honorer kategori dua meminta semua pihak memaklumi masih adanya peserta yang belum lulus dalam seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau P3K.
Hal itu disampaikan Sugiyono Ketua Forum Guru Honorer Kategori Dua Kabupaten Trenggalek. Dari 41 peserta honorer K2, 14 peserta dimungkinkan lulus dalam seleksi P3K beberapa hari lalu.
Dengan usia rata-rata honorer K2 di atas 40 tahun bahkan ada yang mencapai 58 tahun, diakuinya sudah tidak mampu lagi bersaing dengan anak muda yang usianya jauh dibawahnya.
Baca Juga : Mayoritas Guru Honorer K2 di Trenggalek Jatuh Pada Kompetensi Teknis
Hal itu juga disampaikan Edi Wibiyono salah satu honorer K2 yang berusia 58 tahun, dirinya juga meminta semua pihak untuk memaklumi tidak lulusnya beberapa honorer K2 pada seleksi P3K kemarin.
Diakuinya bahwa, soal yang dikerjakan waktu itu sangatlah berat apalagi dengan kondisi usia mereka saat ini, bahkan honorer K2 yang usianya di atas 50 tahun harus bersaing dengan para anak muda.
Dengan kondisi seperti itu, pihaknya berharap kepada pemerintah untuk melaksanakan seleksi khusus terhadap honorer K2. Sehingga ketimpangan tidak terjadi lagi.
Baca Juga : Husni Minta BKD Trenggalek Bimbing 45 Guru K2 Untuk Hadapi Tes P3K






