Ragam Warta – Inilah Edi Wibiyono, sosok guru honorer berumur 58 tahun yang masih mau menjalani seleksi guru P3K. Sosok guru honorer kategori 2 asal Desa Suruh ini sudah mengabdi selama 19 tahun lebih.
Namun ketulusannya dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa tidak setimpal dengan penghargaan yang ia peroleh. Bagaimana tidak, sampai penghujung masa pensiunnya, Edi Wibiyono juga belum kunjung diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil.
Baca juga : Mayoritas Guru Honorer K2 di Trenggalek Jatuh Pada Kompetensi Teknis
Bahkan, meskipun Pemerintah telah memberi peluang melalui seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau P3K, namun nampaknya faktor umur yang membatasi ia untuk bersaing melawan tenaga pendidik baru.
Hal itu nampak jelas dari raut wajah Edi Wibiyono usai menjalani tahapan pertama ujian P3K. Ia mengaku pesimis dengan hasil ujian yang baru saja ia kerjakan. Bahkan, Edi juga minta semua pihak memaklumi jika dirinya tidak lolos dalam seleksi.
Baca juga : Guru Honorer K2 Trengggalek Minta Semua Pihak Memaklumi Kegagalan Seleksi P3K
Dalam menjalankan amanahnya menjadi seorang guru tidak lah tanpa hambatan. Bahkan Edi Wibiyono sempat pindah mengajar karena ada guru yang diterima menjadi PNS di tempatnya mengajar.
Sebelumnya Edi Wibiyono mengajar di Sekolah Negeri 3 Joho Kecamatan Pule, untuk saat ini dirinya mengajar ditempat yang baru yakni Sekolah Dasar Negeri 5 Jombok mulai Januari 2021 kemarin.






