Tiap Rabu OPD Trenggalek Hampir Tidak di Kantor, Tahu Kenapa?

Rabu, 11 Januari 2023 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAGAM WARTA, Pertanda awal tahun 2023 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek beserta jajaran hampir tidak ada yang berkantor. Kantor jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) tersebut bakal lenggang dari pegawai. Mereka terpaksa dipindahtugaskan atas instruksi yang diberikan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.

“Mereka sengaja dipindahtugaskan setiap hari Rabu. Ada sekitar 40% pegawai yang bakal menerima kebijakan ini. Mereka dituntut untuk bertemu masyarakat langsung,” tukas Arifin saat Makaryo Ning Desa Bogoran. (Rabu, 11/1/2023)

Konsekuensi ini dilakukannya untuk memperoleh pendataan secara akurat. Pihaknya berharap dengan konsep on the spot permasalahan bisa segera ditangani. Segala proses inventarisasi kebutuhan juga lebih nyata.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Konsep jemput bola ini lebih sesuai dengan yang ada di lapangan. Data yang diambil tentu lebih akurat. Kesenjangan yang sering terjadi dengan masyarakat juga tertangani. Aspirasi yang diberikan juga segera mendapat jawaban,” lepasnya.

Ketika aspirasi sudah memiliki dasar anggaran maka akan segera dilaksanakan. Jika ditemukan aspirasi yang belum siap maka akan diproses untuk penganggaran mendatang. Agar penganggaran pemkab Trenggalek bisa tepat guna pada kebutuhan masyarakat.

Diteruskannya, “segala data yang didapat akan dilakukan inventarisasi. Proses inventarisasi harus diselesaikan dua hari kemudian. Yaitu pada hari Jumat saat coffe morning berlangsung. Untuk seterusnya didapatkan hasil, aspirasi mana yang bakal mendapatkan penanganan cepat dan yang menyinggung anggaran.”

Dengan cara ini pihaknya optimis untuk  menetapkan anggaran tepat guna. Serta melakukan evaluasi penganggaran secara langsung. Hingga ke depannya permasalahan anggaran akan sesuai dengan kebutuhan.

Ihsanudin Kepala Desa Bogoran Kecamatan Kampak sangat mendukung kebijakan ini. Dirinya yakin program ini sangat mendekatkan hubungan pemerintahan dengan masyarakat umum. Permasalahan yang terjadi di masyarakat juga langsung tersampaikan.

“Program ini sangat baik. Kami mengharapkan untuk diteruskan. Di ruang ini masyarakat bisa langsung menyampaikan. Tidak memerlukan metode penyampaian yang ribet. Semua bisa terselesaikan dengan segera dan cepat,” bangga Ihsanudin.

(redaksi/Ja’far Shadiq)

Berita Terkait

Trenggalek Bersiap Penguatan Ekonomi hingga Ketahanan Pangan Usai Pidato Presiden
21 Raperda DPRD Trenggalek Dirombak, Waktu Pembahasan Tinggal Empat Bulan
72 Calon Paskibraka Trenggalek 2026 Mulai Jalani Pemusatan Pelatihan
Aliansi Center Datangi DPRD Trenggalek, Minta Aturan “Nyleneh” dalam Raperda Pilkades Direvisi
Rasio Belanja Pegawai dan Pembangunan Jomplang, KUA PPAS Trenggalek 2027 Ditunda
Update Penemuan Bayi di Desa Banaran, Akan Diserahkan ke PPSA B Sidoarjo
Kominfo Klaim Sinyal Internet di Trenggalek Merata, Sudah Tidak Ada Blank Spot
Sayembara Logo Hari Jadi Trenggalek Tinggal 1 Hari, Kominfo: Haram Gunakan AI

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Trenggalek Bersiap Penguatan Ekonomi hingga Ketahanan Pangan Usai Pidato Presiden

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:07 WIB

21 Raperda DPRD Trenggalek Dirombak, Waktu Pembahasan Tinggal Empat Bulan

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:02 WIB

72 Calon Paskibraka Trenggalek 2026 Mulai Jalani Pemusatan Pelatihan

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:06 WIB

Aliansi Center Datangi DPRD Trenggalek, Minta Aturan “Nyleneh” dalam Raperda Pilkades Direvisi

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:09 WIB

Rasio Belanja Pegawai dan Pembangunan Jomplang, KUA PPAS Trenggalek 2027 Ditunda

Berita Terbaru