Proyektil Peluru Bersarang di Kepala Balita di Trenggalek, Beruntung Balita Selamat

Selasa, 10 Januari 2023 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAGAMWARTA – Sebuah proyektil peluru bersarang di kepala balita di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Mirisnya, peluru tersebut merupakan peluru senapan angin milik pamannya sendiri.

Seperti yang dijelaskan oleh kepala desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Trenggalek bahwa sebenarnya kejadiannya sudah lama. Tragedi naas yang menimpa balita KH tersebut terjadi pada hari Jumat, (30/12/2022) siang lalu.

“Sebenarnya kejadiannya telah lama, namun heboh akhir-akhir ini karena kami minta bantuan untuk proses perawatan,” ungkap Kepala Desa Kamulan, Kecamatan Durenan Masruri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan keterangan warga, sebelum kejadian KH bersama tiga kakaknya bermain bola plastik kecil. Di saat asyik bermain, salah satu bola menyangkut di atas almari. Lantas kakak tertua KH yang berusia 11 tahun berniat mengambil bola tersebut dengan menaiki meja mesin jahit.

Bersamaan itu ada senapan angin di atas almari tersebut, yang di gunakan kakak KH untuk meraih bola tersebut, hingga terjatuh bersamaan. Saat terjatuh tersebut senapan angin meletus dan mortir mengenai kepala KH.

“Sebenarnya saat itu mereka dijaga oleh neneknya, namun karena kondisi siang nenek itu istirahat dan tertidur,” sambung Masruri.

Setelah tertembak, KH membangunkan sang nenek untuk meminta pertolongannya. Mengetahui hal tersebut, sang nenek berteriak untuk memanggil ibu dan ayah KH yang saat itu berada di depan rumah.

Setelah itu, sang ayah menggendong KH yang sudah tidak sadarkan diri ke rumah tetangga yang memiliki mobil untuk mengantarkannya ke Puskesmas Baruharjo, yang akhirnya dirujuk ke RSUD dr Iskak Tulungagung, dan diteruskan ke RSUD dr Saiful Anwar, Kota Malang.

Karena keluarga membutuhkan bantuan untuk proses pembiayaan, setelah mengantarkan ke RSUD dr. Saiful Anwar, ayah KH menghubungi pemerintah desa untuk proses pembuatan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Permintaan SKTM tersebut dilakukan pada Minggu (1/1/2023) lalu, lantaran estimasi biaya perawatan KH sampai Rp 200 juta. Mengetahui hal tersebut, Pemdes berusaha mencarikan bantuan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab), hingga ke Baznas.

“Syukurlah upaya pengalokasian bantuan yang kami lakukan berhasil, sebab sudah ada kepastian bahwa seluruh biaya rumah sakit ditanggung Baznas, dan minggu kemarin ada pihak yang melakukan survei kesini,” pungkas Masruri.

Berita Terkait

Kebakaran Showroom Motor di Trenggalek: 43 Unit Ludes Terbakar, Kerugian Tembus Rp700 Juta!
Kecelakaan Renang di Trenggalek, Siswi Kelas IV SD Jadi Korban
Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat
Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel
Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok
Dua Kebakaran Terjadi di Tasikmadu Trenggalek dalam Sehari, Kerugian Capai Rp15 Juta
Hasil Pemeriksaan Makanan MBG SPPG Karangan Terungkap, Bacillus Cereus Ditemukan
Lapak UMKM FJTT 2026 Dibobol, 2 Stan Jadi Sasaran

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Kebakaran Showroom Motor di Trenggalek: 43 Unit Ludes Terbakar, Kerugian Tembus Rp700 Juta!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kecelakaan Renang di Trenggalek, Siswi Kelas IV SD Jadi Korban

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok

Berita Terbaru