RagamWarta.com – Kebakaran hutan di Kabupaten Trenggalek terus meluas. Hal ini diperkirakan terjadi karena memanasnya suhu wilayah yang mengakibatkan hutan mengering.
Hal ini di benarkan Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Atmono. Menurut penjelasan, sedikitnya sudah ada 32 kali kebakaran hutan dan lahan. Bahkan sesuai data luasan lahan terdampak mencapai 25 hektare lebih.
“Ini merujuk data pusdalops kebakaran terjadi sebanyak 32 kali dengan luasan lahan yang terbakar sekitar 25 hektare. Rata-rata di lahan hutan,” ungkap Triadi Atmono, Kamis (19/10/2023).
Beruntung dari sekian banyak karhutla tidak sampai memakan korban jiwa. Namun pihaknya menyakini ada kerugian materil yang cukup besar. Hal itu dikarenakan luasan lahan yang terdampak.
“Ada banyak tegakan mati, tanaman peladang ikut hangus dan aktivitas masyarakat desa sekitar hutan terganggu. Otomatis ini menimbulkan kerugian meteril bagi masyarakat,” tambahnya.
Kebakaran Hutan dan Lahan yang terjadi di Trenggalek juga sempat memicu kepanikan masyarakat. Mereka khawatir jika kobaran api sampai ke area pemukiman warga.
“Berkat kerja sama petugas gabungan TNI-POLRI, Perhutani dibantu masyarakat api tidak sampai merembet ke permukiman,” imbuhnya.
Dijelaskan Triadi, berdasarkan data yang ada tercatat sebanyak 21 desa di 10 kecamatan sudah pernah terdampak kebakaran.
“Beruntung dari sekian banyak peristiwa karhutla tak ada laporan kebakaran yang sampai ke area pemukiman warga,” kata pria yang juga menjabat sebagai PLT Satpol PP ini.
Terakhir, Triadi menyebut tidak sedikit kebakaran hutan dipicu oleh kecerobohan masyarakat. Seperti buang puntung rokok atau bakar sampah dan akhirnya merembet sampai area hutan.
Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Trenggalek untuk lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
“Kita beberapa kali sudah berupaya mengedukasi masyarakat. Seperti sosialisasi berkala, patroli secara periodik dan rapat evaluasi untuk mencegah terjadinya karhutla lagi,” pungkasnya.






