RagamWarta.com – Jelang hari raya Idul Adha, berbagai hewan ternak di Trenggalek mulai di siapkan oleh para pedagang. Namun tetap hati-hati, faktor kesehatan menjadi perhatian penting bagi para peternak, pedagang hingga pembeli.
Menyikapi hal ini, Dinas Peternakan (Disnak) Trenggalek membentuk tim pengawasan hewan ternak untuk memastikan hewan kurban yang akan disembelih aman dikonsumsi oleh masyarakat.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Disnak Trenggalek, Ririn Hari Setiani menjelaskan bahwa timnya yang sudah terbentuk terdiri dari dokter hewan dan paramedis.
“Kurang lebih ada 26 dokter hewan yang siap membantu,” tuturnya, Rabu (29/5/2024).
Di samping itu, dirinya juga mengutarakan bahwa terdapat tenaga tambahan dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
“Ada juga dokter hewan yang dari dinas ditambah bantuan PDHI Trenggalek dan Tulungagung,” tambahnya.
Nantinya tim tersebut bakal beroperasi ke kandang ternak milik warga. Sasarannya adalah peternak yang biasanya menjual hewan ternaknya ke luar kota pada menjelang Idul Adha.
Disnak Trenggalek sendiri mengawasi tiga jenis penyakit yang berpotensi menjangkit hewan ternak milik masyarakat. Adapun penyakit yang diawasi adalah lumpy skin disease (LSD), penyakit mulut dan kuku (PMK) dan antraks.
Dijelaskan Ririn, para pembeli di Trenggalek cenderung lebih suka datang langsung ke pasar hewan atau kandang para peternak.
“Di Trenggalek tidak ada lapak-lapak di pinggir jalan yang menjual hewan kurban seperti yang ada di kota besar,” sambungnya.
Ririn menjelaskan bahwa untuk jumlah hewan ternak di Trenggalek dalam kondisi yang aman. Bahkan dirinya menyampaikan bahwa jumlahnya melebihi permintaan.
Hal tersebut menyebabkan tidak ada penjual dari luar kota yang berminat berjualan ke Trenggalek dengan mendirikan lapak dadakan di pinggir jalan.
“Peternak di Trenggalek justru lebih suka menjual ternak mereka ke luar kota. Jadi jarang ditemukan penjual hewan ternak yang berada di tepi jalan,” pungkasnya.






