RagamWarta.com – Dugaan keracunan massal yang terjadi di Kelurahan Ngantru, Kabupaten Trenggalek pasca acara hajatan menjadi perhatian serius pihak berwenang.
Bagaimana tidak, ada tujuh warga yang harus dilarikan ke RSUD Dr. Soedomo Trenggalek bahkan satu di antaranya meninggal dunia setelah mengalami gejala muntah dan diare.
Saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Trenggalek telah mengambil langkah cepat untuk menelusuri penyebab keracunan tersebut dengan mengumpulkan sampel makanan yang disajikan di acara hajatan.
Kepala Dinas Kesehatan Trenggalek, Sunarto, menyatakan pihaknya tengah melakukan investigasi mendalam terkait kasus ini.
“Kami sudah data dan menangani kasus ini. Beberapa sampel makanan dari acara hajatan tersebut telah kami kirim untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium,” ungkap Sunarto melalui pesan singkat.
Sementara itu, Humas RSUD Dr. Soedomo Trenggalek Sujiono menyebutkan bahwa pasien pertama, seorang wanita berinisial N (47), dilarikan ke rumah sakit pada Jumat (11/10/2024) dalam kondisi kritis setelah mengeluhkan muntah dan diare yang muncul secara tiba-tiba.
“Pasien datang dengan kesadaran menurun, setelah dilakukan pemeriksaan, ia langsung dirawat intensif di ruang HCU. Namun, kondisinya terus memburuk dan akhirnya dipindahkan ke ICU sebelum meninggal dunia,” jelas Sujiono.
N diketahui hadir dalam acara hajatan pada Rabu (09/10/2024) dan mulai merasakan gejala sakit perut serta diare pada keesokan harinya.
Selain N, enam warga lainnya juga mengalami gejala serupa dan sempat dirawat di IGD RSUD Dr. Soedomo Trenggalek. Beruntung, enam pasien lainnya telah pulih dan diperbolehkan pulang.
Meski pasien N memiliki riwayat hipertensi, pihak rumah sakit belum bisa memastikan apakah gejala yang dialami N maupun warga ada kaitannya dengan keracunan makanan.
“Belum bisa menyimpulkan penyebab pastinya, apakah ini kasus keracunan makanan. Karena sepenuhnya menjadi wewenang Dinas Kesehatan setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Sujiono.
Sementara itu Dinkes Trenggalek saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan sumber keracunan yang menyebabkan insiden ini.
Pihak Dinkes juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika ada gejala serupa pada warga lain yang turut hadir di acara tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, investigasi penyebab keracunan masih berlangsung, dan pihak berwenang berharap hasil laboratorium bisa segera keluar.






