RagamWarta.com – Seorang pemancing terseret ombak di Pantai Damas, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (9/2/2025).
Jenazah korban bernama Wawan Triono (30), yang merupakan warga Desa Slawe, Kacamatan Watulimo tersebut ditemukan sekitar 800 meter dari lokasi kejadian setelah empat hari pencarian.
Sesuai penjelasan Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Nanang Pujo yang dikutip dari Tribun Jatim menerangkan bahwa penemuan jenazah WT bermula dari laporan warga yang melihat keberadaan jenazah korban.
“Pukul 08.30 WIB tim gabungan menindaklanjuti informasi yang diberikan dan langsung mendatangi titik lokasi sesuai laporan warga,” Minggu (9/2/2025).
Nanang juga menjelaskan bahwa evakuasi sempat mengalami kendala karena lokasi ditemukannya WT sulit dijangkau jika dilalui dari jalur darat. Sehingga tim gabungan terpaksa melewati jalur laut.
“Jenazah korban ditemukan terdampar di bebatuan tebing sekitar 800 meter dari lokasi terseretnya ombak. Sedangkan evakuasi melalui jalur laut karena akses darat yang sangat terjal dan berbahaya,” ujarnya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban kemudian dibawa ke TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Proses evakuasi hingga diserahkan ke keluarga berakhir pada pukul 10.30 WIB. Dengan ditemukannya jenazah WT, operasi pencarian dinyatakan ditutup,” pungkas Nanang Pujo.
Kilas Balik Kronologi Hilangnya Korban

Seperti yang diberitakan sebelumnya, seorang pemancing berinisial WT (30) dinyatakan hilang akibat tersapu ombak di perairan Pantai Damas, Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.
Saat itu, Kamis (6/2/2025) korban bersama empat rekannya telah berangkat memancing sejak pukul 11.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar 12.00 WIB.
“Saat keempat rekannya masih bersiap dengan peralatan, WT sudah lebih dulu mencari posisi di tebing yang lebih dekat ke perairan,” ujar Kepala Polsek Watulimo, AKP Muri pada saat kejadian kemarin.
Naasnya, saat korban sudah menemukan lokasi yang dirasa cocok, tiba-tiba datang gelombang besar yang menghantam tebing dan seketika itu menyeret tubuh korban WT ke laut.
Mengetahui rekannya terseret ombak, rekannya lantas melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Tim SAR gabungan hari itu juga langsung melakukan pencarian, namun dihentikan karena cuaca gelap dan gelombang tinggi.
Bahkan Tim SAR gabungan yang terdiri dari Polsek Watulimo, TNI AL, Koramil, Polairud, dan Basarnas Pos SAR Trenggalek telah melakukan pencarian hingga 3 hari setelah korban dinyatakan hilang, namun belum kunjung ditemukan.






