RagamWarta.com – Momen Lebaran Ketupat yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan kebahagiaan bagi warga Trenggalek justru diwarnai dengan aksi berbahaya dari sejumlah oknum perakit petasan dan balon udara.
Alhasil, puluhan petasan dan balon udara tanpa awak diamankan oleh pihak kepolisian dalam operasi yang digelar pada Senin pagi (7/4/2025).
Kapolsek Durenan, AKP Sunawir mengungkapkan bahwa anggotanya menyita total 65 petasan dan 20 balon udara dalam patroli yang dilakukan sejak pukul 05.00 WIB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Beberapa barang bukti kami temukan dalam kondisi siap pakai. Salah satu petasan bahkan berukuran cukup besar, panjangnya mencapai 30 sentimeter dengan diameter 20 sentimeter,” jelasnya.
Balon udara yang berhasil diamankan juga cukup mencolok. Ukuran balon terbesar mencapai 15 sentimeter dan sudah dalam kondisi siap diterbangkan.

“Untungnya bisa kami gagalkan sebelum balon udara tersebut dilepas ke udara,” tambahnya.
Operasi pengamanan dilakukan menjelang puncak perayaan Lebaran Ketupat di wilayah Kecamatan Durenan. Petugas menyisir sejumlah titik rawan, di antaranya Desa Durenan, Desa Gador, dan Desa Malasan. Namun saat aparat mendekati lokasi, para pelaku langsung melarikan diri.
“Pelaku kabur saat petugas datang. Saat ini, Satreskrim masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa dalang di balik pembuatan petasan dan balon udara ini,” ungkap AKP Sunawir.
Meski demikian, pihak kepolisian mencatat adanya penurunan jumlah temuan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dinilai sebagai dampak dari patroli rutin dan sosialisasi yang terus digencarkan.
“Tahun ini jumlahnya menurun drastis. Bahkan tidak ada balon udara yang sempat diterbangkan saat perayaan Lebaran Ketupat. Kami harap masyarakat makin sadar akan bahaya dan dampaknya bagi keselamatan,” pungkasnya.






